Kembali ke masa Silam

Ilustrasi Gambar; Internet

Ilustrasi Gambar; Internet

Telah keluar putusan dari pengadilan tertinggi di republik ini, keputusan mereka ialah “menolak dakwaan dari fihak Si Wahid” maka dengan keluarnya keputusan tersebut maka teranglah bagi kita bahwa Si Sani akan menjadi presiden di republik nan malang ini. Para pendukung Si Sani bersorak-sorai kegirangan, mereka mencemooh para pendukung Si Wahid seperti salah seorang orang kampung kami yang tinggal di rantau yang merupakan pendukung Si Sani yang memuat sebuah postingan di akun febuknya “Sebaiknya Si Wahid mencalonkan diri untuk  menjadi Gubernur di Sumbar atau Jawa Barat karena dia menang di sana..” sembari menyertakan tautan sebuah link.

Salah seorang engku berkata kepada kami jauh-jauh hari tatkala dakwaan dari Si Wahid masih hangat di pengadilan tertinggi di republik ini, begini kata engku tersebut “Kemungkinan agaknya akan kalah gugatan Si Wahid ini..”

“Kenapa engku..?” tanya kami.

“Karena diantara Hakim Besar terdapat salah seorangnya mantan anggota partai dimana partai tersebut merupakan partai tempat asal dari calon wakil Si Wahid. Apabila gugatan ini dimenangkan maka fihak Si Wahid maka bisa saja akan muncul tuduhan bahwa adanya kecurangan karena salah seorang hakim dahulunya pernah menjadi salah seorang pimpinan di partai calon wakil Si Wahid..” jelas si engku

Setelah kami amati benar-benar memanglah terdapat salah seorang putera Nagari Pauh di Bandar Padang yang menjadi salah seorang Hakim Besar. Kamipun ketika itu sudah mulai cemas “Akan gagal agaknya dakwaan dari fihak Si Wahid ini agaknya..” dan memang demikianlah adanya.

Di media sosial telah banyak beredar kabar perihal hal ini, entah tipu daya serupa apa dan sebesar apa pula yang tengah berlaku di republik ini pada saat ini. Kami hanya dapat mengurut dada saja.

Tersiar pula kabar perihal keberangkatan Si Sani, wakil, serta beberapa orang penyokong utamanya ke negeri Penyokong Utama Zionis. Sungguh terpana kami dibuatnya, apa pula yang tengah berlaku ini. Semua ini dilakukan terang-terangan dengan tiada rasa segan ataupun cemas. Sungguh tiada berharga republik ini rasanya. Orang pandir di republik inipun dapat memahami akan makna dibalik ini semua namun tiada berguna karena angin sedang bertiup ke arah  Si Sani.

Ada pula perihal isteri Si Sani yang semasa kampanye berjilbab namun setelah diumumkan kemenangan suaminya maka segera melepas jilbab. Semua orang berteriak namun mereka memekakkan telinga dan Koncat (Kodok)pun menangis dibuatnya.

Siapa sesungguhnya yang mempermainkan agama di republik ini?

Namun yang membuat kami sakit kepala bukan kepalang ialah perihal beberapa orang Minangkabau yang bersikeras hati memuja dan memilih Si Sani. Sungguh terkenang oleh kami kembali masa PRRI dahulu dimana walau sebagian besar Orang Minangkabau mendukung PRRI dengan GEBAKnya (Gerakan Bersama Anti Komunis) yang didirikan oleh Kol. Dahlan Djambek namun masih ada jua orang Minang yang menjadi pendukung Komunis dengan OPRnya  (Organisasi Pemuda Rakyat). OPR inilah yang mendatangkan kesengsaraan tiada terkira di Minangkabau pada masa dahulu. Dan agaknya kita sedang menuju kembali ke masa itu.

Semoga Allah Ta’ala melindungi Ranah Minang, Umat Muslim, dan Republik ini, Amin..

Bahan Bacaan:

http://chirpstory.com/li/226903?utm_source=dlvr.it

http://statusindo.blogspot.com/2014/08/relawan-jokowi-membongkar-kecurangan.html

http://www.merdeka.com/politik/surat-terbuka-rieke-kita-wakil-rakyat-atau-penipu-rakyat.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s