Diktator yg lahir dari Rakyat

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

“Tahukah engku bahwa siapapun yang berkuasa di republik ini mesti memastikan militer, kepolisian, dan intelejen hendaknya berada di bawah pengaruh mereka, setidaknya di fihak mereka..” kata seorang kawan tatkala kami tengah duduk-duduk sambil membaca beberapa artikel dari internet.

Kabar yang datang dari internet lebih cepat, lebih beragam sudut pandangnya, dan lebih terus terang. Berlainan dengan kabar-kabar yang datang dari media semacam televisi dan koran yang telah dikendalikan oleh banyak fihak.

Kami terdiam mendengar pendapat kawan kami tersebut, memanglah kalau kami fikir-fikirkan kembali ke masa silam, Soekarno dan Soeharto berhasil menjadi diktator di republik ini berkat memiliki kendali penuh terhadap militer dan berbagai lembaga pertahanan dan keamanan negara. Kehancuran merekapun karena militer sudah menjaga jarak dengan mereka.

“Tengoklah sekarang, militer agaknya telah berada di bawah pengaruh mereka, belum pernah ada namanya jabatan Penasehat Panglima sebelumnya di republik ini…” lanjut kawan kami.

“Ini hanyalah permulaan, tunggu sajalah FPI pasti akan segera dibubarkan, para pemimpin mereka akan ditangkap, media sosial akan diawasi. Hati-hati saja engku, blog engku itupun akan diawasi pula atau mungkin akan dilarang dan engkupun akan ditangkapi..” lanjut kawan kami tersebut.

Tanda-tanda yang mereka perlihatkan semakin mencemaskan, mengutuk kami kepada dua daerah di Pulau J4w4, gara-gara fanatik kesukuan dan sifat keislaman mereka yang digelari orang dengan K3j4w3n, akibatnya umat muslim di negara ini berada dalam ancaman (Kalau memang Si Sani memang benar-benar menang secara jujur di kedua daerah tersebut). Demokrasi sesungguhnya mendatangkan kesengsaraan bagi kaum  minoritas seperti kami (Non J4w4). Jika bukan berasal dari J4w4 makan jangan harap akan dapat menjadi presiden. Seharusnya, setiap propinsi di republik ini memiliki persentase suara yang sama dalam pemilihan umum. Bukan seperti sekarang, suara kami orang Minangkabau dipandang rendah, dan salah seorang yang memandang rendah tersebut – yang mengaku orang Minangkabau, telah bergelar datuk pula – kabarnya akan mencalonkan diri menjadi Gubernur pada pemilihan berikutnya, Cis..

Kembali kita kemasa Soekarno dimana Komunis berkuasa, kembali kita ke masa Soeharto dimasa Kaum Liberal Pro Barat yang memegang kendali, kembali kita ke masa Gus Dur yang pernah berkeinginan untuk membuka Kedutaan Israel di pusat republik ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s