Dumb & Dumber

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Beberapa masa yang lalu ranah hiburan di republik ini disibukkan dengan pemberitaan perihal pernikahan salah seorang pesohor di republik ini. Jauh-jauh hari sebelum pernikahan mereka, segala pemberitaan pada infotainment dipenuhi perihal mereka. Sungguh kami hanya tersenyum sedih mendapatinya..

” Muak awal melihat tivi, pulang ke rumah ibu didapati ibu dan adik perempuan awak menonton infotainmen perihal Si Bengak itu. Pulang ke rumah isteri didapati pula tontonan serupa. Kenapalah kaum perempuan suka sekali dengan Arti Bengak yang satu itu?” Ujarnya salah seorang kawan kantor kami pada suatu ketika.

Salah seorang kawan tersenyum dan dengan nada mencemooh berujar “Demikianlah Kaum Perempuan, kebanyakan mereka ialah Pandir..”

Kami terkejut, memanglah kami tiada suka pula dengan pemberitaan yang berlebihan dengan pernikahan Si Bengak ini, bahkan salah satu stasiun televisi swasta di republik ini menyiarkan secara langsung dan khusus selama dua hari berturut-turut. Namun kami tiada pula suka dengan cap yang dijatuhkan salah seorang kawan tersebut “Engku, sampai hatikah engku mengatakan ibu, isteri, dan saudara perempuan kita sebagai orang Pandir..”

Kawan kami tersebut tersenyum “Bukan demikian engku, pemikiran kaum perempuan itu sangat susah dimengerti, berlainan dengan kita kaum lelaki. Kalau perkataan saya barusan dianggapkan merendahkan perempuan-perempuan yang kita cintai saya mintakan maaf. Tapi saya tiada menyesal dengan perkataan tersebut, saya harap menjadi lecutan bagi mereka. Sebab kata-kata tersebut saya keluarkan bukan dengan kebencian melainkan dengan rasa Cinta..”

Ah.. pandai pula kawan kami ini berkelakuan bak seorang penyair. Tak mempanlah rayuannya kepada kami.

“Serupa agaknya dengan kejadian yang akan terjadi tanggal 20 esok engku..” Kata kawan kami yang pertama tadi.

Kami heran pula dengan kawan kami yang satu ini, apa hubungan antara Si Pesohor Bengak yang telah menjadi bulan-bulanan agak beberapa lama di kaskus dengan Pelantikan Presiden tanggal 20 Oktober 2014?

Kawan kami yang seorang lagi tertawa terkekeh melihat raut muka bingung kami “Tak faham juakah engku, Dua Orang Bengak Di Republik ini. Patut negara kita ini dipakudo-kudoi saja oleh Orang Asing..”

Disambung oleh kawan kami yang mengajukan pertanyaan tadi “Kualitas seorang pemimpin mencerminkan rakyat yang dipimpinnya..”

Aha.. fahamlah awak sekarang, demikian agaknya. Si Pesohor yang tiada bagus-bagusnya, telah banyak berganti pacar, memacari tante-tante, terjerat narkoba, lebay dan tiada pandai menjaga lisan, serta segudang kepandiran lainnya yang disukai kaum perempuan dan dianggap KEREN. Merupakan saudara kembar bagi pemimpin baru di republik ini, bernasib sama yakni sama-sama memiliki penggemar yang entah apa yang digemari dari kedua orang ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s