Mengganti Akidah Orang Minang

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Kami pernah mendengar sebuah pernyataan dari ahli Komunikasi beberapa tahun yang silam yang mengatakan; kebohongan apabila diucapkan seribu kali maka ia akan menjadi sebuah kebenaran.

Hal tersebut mengemuka kembali dalam fikiran kami tatkala membaca sebuah status kawan di fesbuk yang menyatakan kekecewaannya pada salah satu media cetak di Sumatera Barat ini. Pasalnya, media tersebut tidak objektif dalam menyampaikan berita, lebih condok memihak kepada JKW.

Media tersebut ialah salah satu media dari anak perusahaan salah satu jaringan Grup Media terbesar di republik ini yang kalau kami tak salah berpusat di Surabaya – Jawa Timur. Produk mereka di propinsi ini tidak hanya media cetak melainkan juga media elektronik serupa televisi lokal yang telah berdiri di dua kota utama di Sumbar dengan dua nama yang berlainan.

Sebenarnya ketidak senangan kami terhadap media cetak di republik ini telah lahir semenjak kasus Siloam mengemuka di Sumbar. Ketika itu kami lihat berbagai media di propinsi ini sama sekali tidak pernah menyirkan kabar perihal penolakan kami Orang Minangkabau terhadap kedatangan Kapitalis Besar JTR. Termasuk surat kabar kepunyaan Orang Minangkabau sendiri. Hanya satu surat kabar yang mengabarkan hal tersebut dan itupun karena kepentingan bisnis pemilik koran tersebut dirugikan dengan kebijakan walikota saat itu.

Kemudian hal ini semakin menjadi-jadi ketika Pemilu Presiden beberapa masa yang lalu. Media yang seharusnya netral pada saat itu dengan terang-terangan melanggar segala kode etik mereka, menginjak-injak prinsip-prinsip luhur dari jurnalisme, serta dengan senang hati “melacurkan” diri kepada kapitalis dan politikus.

Syukur Orang Minangkabau tiada terpengaruh, Prabowo menang besar di propinsi ini. Namun agaknya bagi media hal ini belum selesai, mereka memiliki misi jangka panjang yakni “meracuni fikiran orang Minangkabau“. Siloam dan Pemilu Presiden memberikan pelajaran bagi mereka bahwa menghadapi orang Minangkabau tiadalah mudah. Mereka harus dipengaruhi dengan memberikan pemberitaan yang berat (PROPAGANDA) sebelah secara terus-menerus sehingga lima tahun lagi mereka menjadi penyokong utama dari KAPITALISME, SEKULERISME, LIBERALISME, PLURALISME, KOMUNISME, HEDONISME, dan berbagai isme-isme yang bersebarangan dengan Islam.

Para pemilik media, terutama Anak Minangkabau sendiri agaknya telah tergadai iman dan kepercayaan mereka. Rayuan dunia agaknya lebih manis sehingga dengan senang hati memasang badan dalam usaha menghacurkan agama dan adat di negeri sendiri.

Sungguh kami sangat cemas perihal ini, semoga Allah Ta’ala menjaga dan memelihara negeri ini, orang Minangkabau, dan Umat Islam dari hujaman arus PROPAGANDA KAUM MUNAFIQUN.

Amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s