Siapa yang Hipokrit!?

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Semula telah terbayangkan oleh kami serupa apapun kelakuan, perbuatan, ataupun pernyataan yang dikeluarkan oleh fihak Penguasa maka mereka akan selalu memiliki argumen untuk melakukan Pembelaan terhadap fihak Penguasa. Kasus Plt Gubernur Ibu Kota Republik yang suka berbiacara sekehendak hati tanpa memikirkan orang yang talantuang kiri-kanan akan mendapat ribuan dukunan dari para Pendukung Fanatiknya. Sikap keras dan kasar dari PLT Gubernur tersebut dianggap sebagai suatu “ketegasan”.

Sebaliknya apabila orang yang beragama Islam yang berkelakuan demikian maka dengan mudah cap fanatik, radikal, fundamentalis, ataupun teroris mereka campakkan. Sungguh kami tiada habis fikir entah terbuat dari apa hati mereka-mereka ini.

Dan sekarang kasus Menteri Baru yang menghangat, banyak orang yang memprotes dan mencemooh gaya hidup dan sikap yang ditunjukkan oleh mentri baru ini di hadapan khalayak. Dan sekali lagi mendapatkan pembelaan dan dukungan, kata salah seorang pendukung mereka “Ibu menteri merokok ialah sesuatu yang Positif dari sisi kemerdekaannya, hal lugas seperti ini memang harus dibudayakan..” pembelaan ini disertakan dengan menyebut-nyebut perihal hipokritas.

Kami hanya mengurut dada saja mendapati pembelaan serupa ini, sudah tahu kami akan ada hal serupa ini yang berlaku namun tetap kami terkejut dibuatnya. Apalagi yang memberikan ialah orang yang mengaku berasal dari suku bangsa Minangkabau pula. Memanglah demikian, banyak orang Minangkabau yang tinggal di rantau telah terpeleset akal mereka, melenceng akidah mereka. Telah banyak pula yang bertukar kiblat.

Padahal kalau seandainya ada perempuan yang memakai baju gamis, berjilbab besar, bahkan ada pula yang memakai cadar maka akan mereka maki dengan makian “Islam aliran sesat! Islam murni! Islam apapula itu!” atau “Ini Indonesia bukan Negeri Arab! Tak ada Padang Pasir disini..”

Padahal kalau kita tengok benar-benar, kita kembalikan falsafah dan nilai-nilai yang mereka anut kepada mereka, bukankah hal demikian hak asasi setiap orang di republik ini untuk meekspresikan diri dan keyakinan mereka. Katakan sekarang siapa yang HIPOKRIT?!

Kami yakin apabila nanti ada pula orang dari Golongan Mereka yang ketahuan berzinah, punya anak haram, berfoto dengan memperlihatkan aurat, minum-minuman keras sampai mabuk, dan lain-lain perilaku yang bertentangan dengan agama dan adat di negeri ini tentulah akan mereka bela jua. Sekarang saja perempuan merokok dan bertato sudah dibela dengan mengemukakan bahwa “Ini patut dihargai sebab Menteri kita tak berperilaku munafik seperti layaknya rakyat di negeri ini..”

Ada pula yang berpendapat bahwa itu ialah wilayah privasi Si Menteri tak usah dibahas, tengok saja kinerja, serta kapabilitas, dan pekerjaan yang akan dijalaninya! Sungguh kami terpana, ini ialah salah satu usaha untuk memisahkan antara agama dengan negara (walau sekarang telah berhasil agaknya) dengan memulai memisahkan antara wilayah pribadi dan kapabilitas seseorang. Percuma rasanya jika dia memiliki prestasi cemerlang namun buruk akhlaknya, terkenang kami oleh nasehat buya Hamka:

Agama tanpa ilmu bagai lentera di tangan bayi

Ilmu tanpa agama bagai lentera di tangan pencuri

Bertubi kejutan demi kejutan berdatangan ke Ranah Minang ini, semoga orang Minang kuat dan keyakinan mereka tiada goyah, semakin kuat hendaknya. Jangan Dituahkan jua para perantau ini!!

Memang tidak semuanya yang meleset melainkan banyak juga yang masih berakal dan mematrikan Islam dalam dada mereka. Janganlah kita bersenang hati dengan keberadaan orang Minang di kabinet pemerintahan sekarang. Kita tandai mereka, telah hilang Islam dalam dada mereka agaknya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s