Kediktatoran ala Indonesia

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Sungguh mengejutkan di republik ini, pada hari ini, dimana faham demokrasi didewa-dewakan, serta kebebasan (liberalisme) dan keberagaman (pluralisme) menjadi Tuhan berlaku sebuah perkara yang sepatutnya berlaku apabila negara ini berada di dalam kediktatoran.

Semenjak semula – sebelum menang dalam Pemilukada – Si Pitok telah memperlihatkan tingkah pola dan jiwa yang keras, tak hendak menerima orang yang berlainan pendapat dan faham dengan dirinya, suka berkata keras dan kasar, benci dengan Islam, dan suka semaunya dalam bersikap ataupun berbicara. Yang membuat kami aneh dan tak habis fikir, beberapa orang-orang yang mengaku tercerahkan di republik ini menganggap sikap yang ditunjukkannya merupakan suatu bentuk dari ketegasan “Saya suka dengan dirinya, dianya tegas..

Dipuja-puji karena memberikan perubahan terhadap daerah yang dipimpinnya, setidaknya demikianlah anggapan sebagian orang. Namun kami yang pandir ini tiada dapat melihat perubahan itu. Mungkin karena kami tiada tinggal di seberang sana.

Sungguh tertawa kami dalam hati “Kalaulah orang Islam yang berkelakuan serupa dia pastilah sudah dituduh dan dijuluki fanatik, radikal, dan fundamentalis..”

Namun tiada demikian dengan dirinya, bermodalkan perkongsian mafia kapitalis, kekuatan Barat, anti-Islam, dan media utama, singasananya tak tergoyahkan. Bahkan belakangan dia mengeluarkan pernyataan agar membunuh saja demonstran yang katanya “anarkis”. Yang dimaksudnya “anarkis” ialah sekelompok orang-orang yang dengan keras menentang kepemimpinannya.

Tiada satupun media utama yang mempermasalahkan pernyataannya tersebut, yang dibahas ialah kehebatannya dan kebaikan dirinya. Berlainan dengan pemimpin yang berasal dari agama Islam, pastilah telah menjadi bulan-bulanan media.

Ada apa dengan negeri ini? kami tiada faham

Semua orang mengetahui namun diam seribu bahasa,

Mereka sadar dengan kemungkaran yang tengah terjadi namun memalingkan muka,

Membunuh kegelisahan hati dengan kabar-kabar dusta yang menyejukkan,

Menghiraukan segala kejanggalan dan menerima kebinasaan,

Menganggap itu ialah sebuah jawapan..

Selamat! Engkau Menyokong Sebuah KEDIKTATORAN

Na’uzubillah..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s