Mecontoh ke Nan Elok

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Beberapa hari silam kami mendengar salah seorang guru di kota kami berkeluh “Bagaimana kita hendak menyuruh anak murid kita untuk tidak melipat lengan baju mereka, sementara itu Presiden dan Para Mentrinya yang “terpilih” bersikap sebaliknya..”

Guru tersebut ialah guru sebuah sekolah SD di kota kami, memanglah anak sekolah SD di kampung kami memakai baju lengan panjang dengan celana panjang, sudah menjadi ketentuan di tempat kami, telah di Perdakan (Dan Perda tersebut yang saat ini sedang menjadi incaran bagi partai penguasa untuk dihapuskan). Tatkala kami mendengar kisah dari guru tersebut kami hanya tersenyum saja, beberapa orang geleng-geleng kepala sambil menahan gelak.

“Bagi mereka keren itu engku, tanda orang ringan tangan..” seru seorang rangkayo mencemooh.

Sang Engku Guru hanya tersenyum sinis “Ya, mereka cakap kerja, seperti kata Buya Hamka; kalau hidup sekadar hidup – kera di rimba juga hidup. Kalau kerja sekadar bekerja – kerbau di sawah juga bekerja. Kalau kata awak berkarya..”

Aha.. kami terkenang dengan postingan gambar Buya Hamka dengan pesan bijak beliau tersebut pada beberapa masa yang lalau di fesbuk, kami hanya tersenyum. Kesal agaknya engku guru tersebut, semakin bertambah pening dia dibuatnya akibat ulah anak muridnya yang semakin banyak perangai. Apalagi kalau mencontoh ke yang tak baik.

“Tidak hanya itu engk – engku, sudah lama kiranya anak-anak sekolah, terutama anak SMP dan SMA yang suka mengeluarkan baju seragam mereka dari dalam celana. Sudah menjadi kelaziman agaknya,padahal sudah jelas-jelas peraturan yang kita buat melarang perbuatan yang demikian. Kami sedih dan kesal dengan sinetron remaja yang memberikan contoh yang tidak baik tersebut, sudah menjadi watak anak-anak yang suka meniru-niru. Namun pada masa sekarang menjadi semakin parah setelah para pemuka negeri ini dengan percaya diri serta senyum pandir mengambang di wajah mereka mempertontonkan bagaimana cara berpakaian yang baik kepada murid-murid kita itu..” tambah si engku guru.

“Ditambah dengan Si Mentri Ndak Babanak yang merokok dengan santai dan tiada rasa bersalah di hadapan khalayak di republik ini, ya engku..” seru kami tiba-tiba. Terus terang kami terkejut dengan ucapan kami barusan, entah karena terlalu larut dengan percakapan ini atau karena sudah begitu kesalnya kami dengan pemerintahan baru ini.

Seperti kata salah seorang kawan kami “Serupa artis yang sedang barakting, serupa bintang yang sedang berlakon, namun yang menjadi pertanyaan siapakah Sang Sutradara? Kebanyakan orang meanggap kalau Sutradaranya ialah Nenek Tua Pendendam itu namun kami yakin bukan, sebab Si Nenekpun sesungguhnya juga aktris yang sudah uzur dan disuruh untuk diam dan duduk manis saja lagi..

Ah.. entah apa yang akan berlaku kemudian di negara ini, namun pinta kami berilah contoh yang elok kepada rakyat engku, terutama kepada kanak-kanak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s