Karena Dipimpin Munafiqun

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Bulan Desember ini merupakan bulan penuh dengan hati untuk dimakan maka jadilah “makan hati”. Betapa tidak, sudah beberapa tahun ini kami dapati pada beberapa kantor swasta, kedai, atau tempat semacamnya di negeri kami yang sebagian besar muslim ini dihiasi oleh berbagai hiasan Natal. Padahal yang datang dan pergi  ialah sebagian besar orang Islam, entah apa maksudnya.

Kami tersenyum saja dibuatnya tatkala salah satu propinsi yang terkenal dengan dunia pelancongannya yang kebanyakan dari rakyatnya ialah penyembah berhala melarang umat Islam memakai jilbab di kantor-kantor di provinsi mereka, melarang menyembelih sapi ketika hari raya Idul Adha, Melarang cuti hari raya ketika Idul Fitri, serta melarang adanya Bank Syari’ah. Alasan mereka iala kerukunan, sungguh lawakan yang tiada lucu.

Kalau demikian kami yang di Minangkabau inipun dapat berbuat serupa,  melarang pegawai-pegawai dari kantor, kedai, dan tempat-tempat kepunyaan Kapitalis Kafir tersebut memakai pakaian Santa Klaus, Hiasan Natal, Selamat Natal, dan lain sebagainya?

Namun agaknya tiada biasa karena kami Orang Minangkabau dan Orang Islam sedang terjajah, terpegang pisau di ujungnya. Bisa tersayat-sayat awak dibuatnya nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s