Mulut Buaya dan Harimau

Ilustrasi Gambar: Internet*

Ilustrasi Gambar: Internet*

Sebentar lagi saudara-saudara kita yang tinggal di Sumatera Barat akan segera melakukan pemilihan untuk Gubernur, beberapa bupati dan wali kota di propinsi ini. Sungguh sangat menarik kami dapati bahwa hanya ada dua pasangan calon untuk pemilihan ini, setidaknya akan hemat biaya. Gubernur  sekarang rupanya hendak memperpanjang masa jabatannya menjadi dua periode adapun dengan wakilnya yang telah uzur rupanya tak sabar pula hendak menjadi gubernur, takut tak sempat kalau terus setia menjadi wakil. Akhirnya pecahlah kongsi mereka..

Ada yang menarik dalam proses kali ini, sebelumnya beberapa orang sudah menggadang-gadangkan hendak ikut pemilihan namun rupanya tak jadi. Apa hal? entahlah, ota di lapau tampaknya lebih hebat untuk menguliti maksud nan tak jadi tersebut.

Hal menarik lainnya ialah calon wakil gubernur pada salah satu pasang calon, ia ialah Ketua Bandar yang dahulu pernah dengan kerasnya hendak mendatangkan SALAMAK ke Bandar Padang. Beberapa orang telah berucap “Tak ada malu ia..” beberapa orang tentu lain pula pendapatnya, terutama bagi para pendukungnya. Namun satu yang terkenang oleh kami selain sikapnya yang hendak bersahabat dengan pengusaha kristen tersebut ialah bahwa ia satu-satunya mantan kepala daerah yang berani bercarut[1] di hadapan khalayak. Carut tersebut diucapkannya di akhir masa jabatannya pada upcara perpisahan dirinya sebagai kepala daerah.

Berkawan baik dengan Cina dan dengan terang-terangan akan mendatangkan Cina guna membangun jalan tol antara Padang – Bukit Tinggi dan akan berhenti pada masa empat tahun ia menjabat apabila gagal. Kenapa tak tahun ke lima saja ia berhenti? Itulah politik, bagi orang Minang nan pandir tentulah akan termakan ia.

Lain nan ini lain pula nan disana, adapun gubernur nan sekarang memang berasal dari partai Islam namun ia terkenal dengan kebijakannya yang membuka pintu seluas-luasnya untuk investor, Bahkan ia telah menerima kunjungan dari Konjen Cina guna memperbincangkan masalah investasi di propinsi yang ia pimpin. Dan dimasa kedatangan SALAMAK dahulu ia ikut pula dalam peletakan batu pertama pembangunan komplek laknat tersebut.

Ada apa ini, kenapa bagini nasib Minangkabau pada masa sekarang?

“Dua-duanya sama-sama buruk namun hendaknya dipilih jua yang agak kurang buruknya..” terang salah seorang kawan.

Namun permasalahnya ialah tampaknya buruk mereka lain-lain ragam, tipe, jenis, watak, dan levelnya.

Semoga Allah Ta’ala memberikan petunjuk kepada kita semua, amin..

*http://unclegoop.com/2015/07/28/di-antara-dua-pilihan-sulit-mana-yang-harus-dipilih/

[1] Mengumpat,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s