Menghilangkan Sejarah

Picture: Here

Dari wall (dinding fesbuk) Bagus Taruno Legowo

Saya bukan tinggal di Jakarta, tetapi saya mendengar bahwa di wilayah Pasal Ikan Luar Batang, ada situs-situs dan cerita masa lalu. Artinya ada sejarah masa lalu, ada sejarah Sunda Kelapa (cikal bakal Kota Jakarta) yang termahsyur, dan dengan penggusuran Pasa Ikan Luar Batang akan menghapus sejarah.

Menghapus sejarah, sesungguhnya itu bisa masuk dalam kategori kejahatan kemanusiaan. Sebab menghapus sejarah sama dengan menghapus memory anak bangsa terhadap asal muasal dirinya (sejarah dan identitas). Dan itu adalah penyesatan sistematik ..

Sejarah adalah sumber kekuatan suatu bangsa, menghapus sejarah sama dengan melenyapkan salah satu sumber kekuatan suatu bangsa. Dan itu sudah pasti, yang melakukannya adalah musuh (terselubung) dari bangsa itu.

Saya kasih cerita:
Dulu, Jembatan Suramadu, perencanaan lokasinya adalah di jarak terdekat antara Jawa dan Madura, yaitu ada di sekitar Gresik di ujung Jawa, dan di Bangkalan di ujung Madura. Tetapi, jika rencana ini dilaksanakan, maka bertabrakan dengan Situs Sejarah, yakni Makam Sunan Giri, dan otomatis memangkas bukit lokasi dari Giri Kedaton, yang amat termasyhur di jaman pasca Majapahit.

Ulama-ulama se-Jawa Timur dan tokoh-tokoh Jawa Timur melakukan protes dan menentang rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Jawa Timur dan Madura itu. Itu sebab pembangunan jembatan sempat terkatung-katung, dan mencari lagi lokasi lain yang tidak menimbulkan masalah yang berarti.

Situs Makam Sunan Giri adalah situs sejarah yang harus dijaga, karena memberikan spirit bagi umat Islam Indonesia pada khususnya dan Bangsa Indonesia pada umumnya. Jika dihilangkan, maka sumber energi perjuangan bangsa Indonesia akan hilang. Alhamdulillah tidak jadi digusur atas nama pembangunan.

Penggusuran dalam rangka pembangunan, memang sangat mungkin adalah keniscayaan, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak grusa-grusu karena memenuhi pesan investor dan para kapitalis. Banyak hal harus ditinjau dan dipertimbangkan. Intinya jangan sampai menghilangkan atau menghapus situs-situs sejarah.

Bangunlah wilayah itu dengan benar, andai kata hal itu tetap harus dilakukan, maka buatlah lingkungan yang lebih tertata rapi, sekaligus pertahankan dan tata situs-situs yang ada sebagai bagian dari pembangunan, sehingga menjadi lebih baik dan menjeadi icon dan spirit dari pembangunan itu.

Apa susahnya sih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s