Surat Terbuka unt Ahok

Picture: Here

Tulisan ini diambil dari postingan dari akun yang bernama Konsultan Politik di Kompasiana. Silahkan klik disini untuk menuju akunnya. (Ctt: Kami mengubah kata Bapak dengan Tuan, menyesuaikan dengan Bahasa Melayu Lama)
__________________________

Kepada Yth:  Tuan Ahok, (kandidat Gubernur DKI 2017)

Sebelum memulai surat ini, saya ingin mengutip kata-kata kawan Tuan yang bernama Anton Medan pada acara ILC[2] Tv One “Lihat apa yang diucapkan, bukan siapa yang mengucapkan”,[1] oleh karena itu saya berharap tuan tidak keberatan untuk melihat surat saya ini dari sisi substansinya walaupun saya Tanpa Nama (Anonim).

Saya  adalah warga Negara Indonesia biasa yang ber-KTP DKI Jakarta, dan saya mungkin mewakili sebagian golongan dari warga DKI yang mempertanyakan integritas Tuan dan tim sukses tuan nan bernama “Teman Ahok”.  

Seperti yang sudah tuan sampaikan di berbagai media, tuan akan maju mencalonkan diri untuk menjadi Gubernur dari jalur independen, dan warga yang mendukung anda diharapkan mengumpulkan KTPnya melalui Teman Ahok. Oleh karena itu sudah sangat sewajarnya apabila Tuan dapat mempertanggung jawabkan  sepak terjang dari Teman Ahok tersebut.

Di media-media tuan dan Teman Ahok selalu menyatakan bahwa Teman Ahok ini didirikan oleh sekumpulan anak muda yang independen yang tidak punya kepentingan apapun selain memperjuangkan agar tuan dapat terpilih lagi menjadi Gubernur DKI, tanpa berharap ada imbalan materi apapun. Akan tetapi belakangan ini di Sosial Media banyak tulisan-tulisan yang mengungkap fakta bahwa Teman Ahok mempunyai kedekatan tertentu dengan konsultan politik dan PR Cyrus Network. Dimana Cyrus Network ini adalah suatu badan usaha yang tujuan berdirinya tentunya adalah mencari keuntungan materi dengan cara memberikan konsultasi politik dan PR  professional kepada para calon pemimpin daerah dan nasional.

Dari tulisan berbagai sumber di sosmed terungkap fakta-fakta bahwa para founder (pendiri) Teman Ahok tidak sampai 3 (tiga) tahun sebelumnya  merupakan karyawan resmi Cyrus Network, ataupun freelancer dari Cyrus Network yang tergabung di Relawan Jakarta Baru (relawan Jokowi Ahok pd Pilgub 2012 yang di koordinir oleh Cyrus Network). Bahkan kantor sekertariat resmi Teman Ahok pun mempunyai alamat yang sama dengan kantor resmi Cyrus Network[3].

Picture: Here

Apabila Tuan Ahok ingin tahu lebih detil mengenai hal ini silakan baca tulisan saya disini. Melihat fakta-fakta tersebut, tentunya kecurigaan bahwa Teman Ahok = Cyrus Network = Konsultan Politik Bayaran adalah kecurigaan yang sangat beralasan, bahkan lebih jauh lagi kecurigaan bahwa Teman Ahok adalah merupakan kedok untuk melakukan kampanye illegal dengan pendanaan yang tidak perlu dilaporkan seperti yang terjadi apabila tuan maju melalui jalur partai. Tentulah hal ini adalah layak untuk dijadikan pertanyaan.

Sebagai seorang kandidat yang biasa berbicara mengenai pembuktian terbalik, saya kutip kata-kata tuan di media “Makanya saya bilang kalau Anda mau ribut-ribut sama saya, ya pembuktian terbalik deh,” .

Apabila tuan pegang kata-kata yang telah terlompat dalam mulut tuan tersebut (konsisten), saya tantang tuan agar dapat membuktikan secara meyakinkan bahwa Teman Ahok adalah benar–benar relawan, dan bukan kepanjangan tangan dari Cyrus Network (Konsultan Politik), yang dibayar oleh tuan atau pihak tertentu.

Buka laporan keuangan Teman Ahok secara transparan, bukan laporan keuangan yang main-main seperti yang ada di web Teman Ahok selama ini (laporan keuangan yang tidak accountable dan hanya di sajikan untuk periode bulan Juni – Agustus 2015).

Sajikan laporan keuangan yang accountable dan terupdate dari Teman Ahok, yang dapat di audit publik. Dan apabila pada laporan tersebut ada jejak pendanaan dari Cyrus Network, tentunya Cyrus Network juga mesti membuka laporan keuangannya secara transparan. Harapan saya, tuan dapat secara terbuka membuka hubungan antara Teman Ahok dengan Cyrus Network, dan siapa pendana sesungguhnya dari Teman Ahok.

Sebagai kandidat gubernur yang selalu berteriak-teriak mengenai transparansi tentunya adalah sangat munafik apabila menutupi fakta-fakta dari tim suksesnya sendiri. Tuan bisa saja selalu berkelit dan terus berdongeng dengan cerita-cerita fiksi seperti pendanaan Teman Ahok semata-mata dari berjualan merchandise, tanpa hendak menyajikan laporan keuangan yang transparan. Atau Teman Ahok hanya kebetulan berkantor di Cyrus Network, dan kebetulan pula bahwa semua pendiri Teman Ahok adalah sebelumnya anak buah dari Hasan Nasbi CEO Cyrus Network, atau mungkin cerita dongeng bahwa Cyrus Network konsultan politik yang bisnis utamanya adalah memberikan konsultasi politik dan PR  professional kepada para calon pemimpin daerah dan nasional, membantu tuan dan Teman Ahok dengan gratis atas dasar idealisme.

Dari respons tuan kami sebagai pemilih bisa melihat karakter tuan yang sesungguhnya.

Kutipan Kicauan yang dibantah oleh Lia [Picture: Here]

Akhir kata, saya ingin sampaikan kepada tuan bahwa surat terbuka ini, saya teruskan juga kepada media-media mainstream di Indonesia, saya tidak berharap mereka menampilkan surat ini di medianya, akan tetapi saya ingin melihat media mana yang masih punya idealisme, dan media mana yang sudah tegas di jalannya menjadi media sampah.

Fakta-fakta bahwa Teman Ahok mempunyai hubungan dekat dan patut diduga merupakan kepanjangan tangan dari Konsultan Politik bayaran Cyrus Network adalah fakta yang sebenarnya mempunyai nilai jurnalistik tinggi. Apabila hal ini di investigasi lebih lanjut, akan dapat membuka kasus pidana kampanye illegal, bahkan gratifikasi, yang merupakan kepentingan publik untuk mendapatkan informasi tersebut.

Informasi tersebut bukan saja untuk yang anti Ahok, malinkan yang utama ialah pendukung Ahok pun perlu mendapat informasi yang benar mengenai perkara ini. Sebaliknya apabila tuan atau media dapat melakukan pembuktian terbalik untuk menepis kecurigaan ini, tentunya juga merupakan poin tambahan lagi untuk tuan di mata pemilih.

Akan tetapi mengutip sebagian kata-kata Hasan Nasbi pemimpin Cyrus Network di akun pathnya, “Mungkin eranya orang-orang seperti saya ini yang masih memperdulikan nilai-nilai kejujuran dalam berpolitik sudah berakhir, dilindas dengan eranya social engineer, yang senang selfie sambil senyum manis”
______________________
Selengkapnya: : http://www.kompasiana.com/konsultanpolitik/mari-jujur-pak-ahok-siapa-sebenarnya-teman-ahok-surat-terbuka-untuk-pak-ahok_56e64875fd22bd2e0a7b383c

_____________________________

Catatan Kaki [oleh St. Paduko Basa]

[1] Ini merupakan kutipan nasehat bijak dari Sayyidina Ali “Jangan lihat siapa yang menyampaikan kabar itu, tapi tengoklah kabar serupa apa yang disampaikannya. Apabila terdapat kebenaran pada kabar tersebut maka amalkanlah..”

[2] Indonesia Lawyear Club

[3] Hanya beda nomor, Teman Ahok no.3 dan Cyrus Network No.4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s