Para Mutan Minang

Tokoh Dracul yang diputar-balikkan sosoknya pada filem terbaru tentang dirinya yang berjudul “Dracula Untold”. Yang Jahat menjadi Baik dan Yang Baik menjadi Jahat di Filem ini. Ada kesamaan, serasa mengalami De Ja Vu kami dibuatnya,,[Picture: Here]

Akhirnya Sang Raja sampai juga ke Minangkabau ini “dengan membawa seluruh keluarganya” kata salah satu media nan kami baca. Sungguh kami heran, gerangan apa nan mendorong Dia untuk datang ke negeri ini? Menang ataupun kalah ia tiada akan berarti sebab suara orang Minang ini tiada seberapa dan tiada menentukan. Lebih menentukan suara di Jawa.

Akal apa yang sedang dijalankannya? Atas saran dari siapakah langkah politik nan satu ini? Siapa nan memberi ide?

Sebelum kedatangannya sudah ramai jejaring sosial mempergunjingkan serta memperolok dirinya. Para Garundang Padangpun tiada hendak kalah melakukan perlawanan dengan segala kepandiran mereka. Sebagian orang Minang terpancing dan membalas, sebagian gelak-galak saja, dan sebagian memilih tiada membalas, sebab tiada guna bercakap dengan orang Pekak.

Mulanya tak seberapa jumlah mereka, kemudian bertambah banya saja apalagi semenjak Sang Raja sudah berada di Ibu Negeri propinsi ini. Siapakah para Garundang ini? dari Minangkabau semua atau ada yang tinggal di rantau? dan mereka rata-rata menggunakan Bahasa Minangkabau.

Alun takilek alah takalam, demikian pepatah di Negeri ini memberi pengajaran. Suatu ilmu bathin yang tiada duanya dan tiada dapat diintervensi kecuali dengan mengubah pola fikir. Dan itu telah ada yang mengerjakan dan telah lama berlangsung. Memang ada orang Minangkabau yang lemah iman terpengaruh dan Bermutasi menjadi Garundang. Sayang belum ada Riset perihal Garundang Padang ini.

Namun pertanyaan terbesar masih mengawang-ngawang; Apa tujuannya? Sudah beberapa kali ia datang, tiada mendapat tanggapan bahkan menjadi bahan olok-olokan namun tetap kembali ia.

Kenapa ini? Sudah putus urat malunyakah? atau, ini merupakan strategi untuk mencapai sesuatu. Tiada yang dapat diharapkan dari Minangkabau kecuali ada keinginan untuk mengubah Masyarakat Minangkabau yang Islami, berpegang teguh kepada Adat dan Agama menjadi Masyarakat Durhaka, mencaci adat dan agama serta menjadikannya bahan mainan belaka?

Ada apa ini?

Sempat terbaca pada salah satu komentar di salah satu grup, Garundang nan seorang ini mencaci maki Orang Minangkabau dengan PRRInya. Menuduh pemberontakan itu akibat termakan hasungan Amerika dengan CIAnya. Sungguh kami terpana, mengambil potongan sejarah untuk menyokong kehadiran Rajanya. Dan itupun dilakukan dengan mencaci-maki Tanah Ibunya (kalau memang ia orang Minang).

Strategi lain yang dilancarkan oleh para Garundang ini ialah dengan membanding-bandingkan Raja mereka dengan pemimpin terdahulu “Siapakah Presiden yang pernah Shalat Ied di Padang?” demikianlah kira-kira.

Terkenang kami dengan kejadian pertemuan Sang Raja dengan Suku Anak Dalam di Jambi. Mereka juga berkata “Tuanku Rajalah, pemimpin pertama di republik ini semenjak merdeka yang bersua secara langsung dengan Suku Anak Dalam”

Saran kami kepada Kaum Muslimin yang masih menaruh Agama dan Adat dalam dada. Jadikan kesempatan ini untuk mempelajari peta kekuatan lawan sebab itu pulalah yang sedang mereka lakukan kini. Cari tahu sesiapa saja anak-kamanakan kita yang telah berkhianat dan bermutasi menjadi Garundang. Sembuhkan mereka, beri penawar, dan kalau tiada biasa buang dari Kampung Halaman. Jangan sampai penyakit mereka itu menulari dunsanak kita yang lain sehingga ikut bermutasi menjadi Garundang.

Kejadian serupa ini pernah kita alami dahulu dimasa tahun 1958. Ketika itu Kolonel Dahlan Djambek bertindak cepat dengan membentuk Gerakan Bersama Anti Komunis (GEBAK) guna melawan Organisasi Pemuda Rakyat (OPR) milik Komunis. Kelak, dimasa penumpasan PRRI, orang-orang Komunis yang tergabung dalam OPR inilah yang menjadi Tukang Tunjuak yang menyebabkan banyak Orang Minang mati dibunuh.

Saidina Ali pernah berwasiat “Belajarlah dari pengalaman diri mu dan pengalaman orang lain..” artinya kita belajar dari Sejarah diri kita, negeri kita, dan bangsa kita. Jangan pernah sekali-kali melupakan kepedihan yang kita alami dahulu dimasa PRRI..

Advertisements

One thought on “Para Mutan Minang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s