Sang Raja Selalu Benar..

Picture: Here

Pencitraan dan propaganda tampaknya tak lepas dari sosok Sang Raja. Dan untuk menyokong semua itu akan selalu ada para Garundang yang dengan setia membela sang junjungan. Menyalak bahkan sampai menggigit mereka hendak. Namun orang tiada takut, sebab sudah biasa pergi berburu di hari Minggu.

Maka terjadilah pada suatu ketika sebuah gambar Sang Raja yang sedang shalat berjama’ah diposting oleh orang di jejaring sosial. Postingan itu menanyakan “Apakah boleh shalat memakai kaus kaki..” kami tergelak saja membacanya. Jawabannya ialah boleh, bahkan pakai sepatupun boleh. Asalkan dilihat dari keadaan ketika orang mengerjakan shalat itu.

Namun para garundang tampaknya langsung naik pitam. Maka layaknya dengan postingan perihal Sang Raja, akan ramai dengan pro dan kontra.

Adapun kami melihat ada nan janggal pada gambar tersebut. Yakni shaf makmum – terutama makmum di belakang imam yang jelas terlihat gambarnya – tiada rapat. Padahal setiap muslim yang beriman dan acap mengerjakan shalat berjama’ah tahu bahwa shaf itu mesti rapat, beradu tumit awak dengan kawan di sebelah menyebelah.

Ada nan mengemukakan pendapat perihal shaf nan tiada rapat itu. Alangkah tergelaknya kami membaca jawapan dari Garundang yang sangatlah bengaknya ini “Salah Imam! kenapa tiada mengingatkan makmum untuk merapatkan dan meluruskan shaf..!!!” bentak Sang Garundang.

Si engku nan mengemukakan pendapatpun menjawab “Iya, Si Ajo Kawi tiada salah..” dan tiada lagi balas membalas. Tampaknya Si Garundang sudah senang bukan kepalang karena berhasil membentak dan memberi pelajaran kepada hatersnya Sang Raja mereka.

Namun bagi kami nan membaca sungguh terpana, demikian pandir bin bengaknyakah para Garundang ini. Selalu ada jawaban untuk membenarkan segala sikap, ucapan, dan tingkah laku raja mereka. Tak peduli mereka dengan jawaban nan diberikan terlihat sangat bodoh bin pandir. Nan jelas apabila tiada lagi balasan atas jawaban mereka maka mereka berpandangan bahwa merekalah pemenangnya. Persis serupa gaya orang berdebat.

Ada-ada saja, semakin lama semakin tampak betapa fanatiknya Para Garundang ini. Akan halnya para fanatik,  mereka tiada berfikir, tiada berakal, dan masih kekanak-kanakan. Apabila bersua dengan mereka usah dilawan, dari pada kita mengurut dada dibuatnya. Maklumlah masih kanak-kanak, belum berakal, tiada pandai membedakan antara Haq dengan yang Bathil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s