Janggal Terasa, Tiada Lazim Tampak

Picture: Here

Tiada angin, tiada hujan, tiada kabar berita sebelumnya dan rupanya kabar mengejutkan ini yang didapat. Di hari kedua Hari Raya, petang Kamis malam Jum’at suatu waktu yang sangat berakah karena banyak orang Islam yang beriman berkeinginan untuk dipanggil oleh Sang Khalik diwaktu tersebut.

Kata orang kampung di Minangkabau ini, apabila seseorang meninggal pada waktu tersebut maka itu merupakan pertanda bahwa orang nan meninggal itu ialah orang baik dan dekat dengan syari’at. Entah benar entah tidak, awak cuma menyampaikan kata orang, dusta orang awak tiada ikut.

Kamis malam telah mulai beredar di media sosial perihal kematian salah seorang tokoh penting di republik ini. Tokoh itu  berasal dari Sumatera tepatnya negeri Utara. Namun ia berkuliah di Universitas Andalas Padang, pernah menjadi ketua Komisi Pemilihan Umum Sumatera Barat, dekat pula dengan beberapa orang cerdik-cendikia di Bandar Padang, serta beristerikan pula orang Padang.

Engku Husni Kamil Manik namanya, pernah menjadi Ketua Nahdatul Ulama untuk Sumatera Barat. Banyak kawan-kawannya orang Padang yang memberikan kesaksian perihal almarhum semasa hidup. Mereka merasa kehilangan, republik ini lebih lagi kehilangan.

Picture: Here

Namun apabila kami amati kejadian di jejaring sosial, tampaknya tak semua orang memberikan rasa simpati. Ada jua yang melampiaskan kekesalan mereka terhadap sosok almarhum yang dianggap paling berjasa dalam Pemenangan Raja Koncek. Mungkin sakit hati dan kebencian telah menguasai mereka sehingga tiada arif dalam bersikap. Kami dapat memahami namun tiada dapat memaklumi, walau bagaimanapun sikap serupa itu tiada patut untuk diperlihatkan.

Yang membuat kami semakin sakit hati ialah judul berita yang berbunyi “Ketua KPU Meninggal, Ibu Cantik Berjilbab ini malah Menghujatnya” Sungguh orang-orang fasik, mudah sekali mereka mengaitkan dengan “Perempuan Berjilbab”. Apa-apa yang dilakukan oleh Perempuan Berjilbab serta Laki-laki Bergamis dan Bersorban akan segera menjadi berita dan disudutkan. Seolah-olah mereka orang yang paling buruk sedunia. Media Sekuler sungguh tiada dapat dipercaya, hanya Orang-orang Dungu sajalah yang masih mempercayai mereka.

Namun tentunya nan memberikan simpati jauh lebih banyak. Tampak dari kesaksian dari orang-orang yang mengenal almarhum menggambarkan sosok Husni sebagai sosok yang alim (religius).

Rasa keraguan, penasaran, dan ada sesuat nan tidak sesuai atau tidak pada tempatnya atau tidak beres bahasa Orang Jakarta mendapat jawapan. Tatkala kami membaca sebuah status di jejaring sosial, begini bunyinya:

Picture: Here

OTOPSI

Dari wajah terakhir almarhum Husni Kamil Manik (ketua KPU RI)
dan atas nama demokrasi dan hak-hak manusia serta utk mengungkapkan tabir dibalik kematian Engku Husni, saya mengusulkan ada Tim Dokter Ahli Forensik yang independen untuk melakukan OTOPSI.

Semoga fihak keluarga berkenan memberikan izin. Saya pernah menyaksikan wajah seperti ini dahulu. Wajah yang pernah saya lihat setelah diotopsi, dan ternyata yang bersangkutan mati karena diracun. Negara harus menaruh perhatian pada kematian Engku Husni Kamil yang sungguh sangat mendadak berita kematiannya itu. Seperti diliput dan menghiasai berita di berbagai media.

Waspada Dira Anuraga
Ali Mocthar Nganalin, Dr. drs. MA
Ketua Umum POSSI DKI
Ketua Umum Muballigh Se-Indonesia

Benarlah kata hati kami tatkala mendengar kabar kematian tersebut, mendadak, tiba-tiba, dan serasa ada yang tidak beres. Sungguh hancur hati kami melihat keadaan muka almarhum. Sungguh durjana mereka itu.

Nan membuat kecurigaan ini bertambah ialah rupanya sebelum meninggal Engku Husni rupanya menanggapi kecurigaan rakyat perihal kecurangan pada Pemilu Presiden 2014 nan lalu. Begini jawabnya “

1

2

Dan kemudian kesaksian Prof. Ryas Rasyid juga membuat kami merasa penasaran. Tidak hanya kami sebetulnya melainkan khalayakpun demikian, terbukti dari komentar-komentar yang diberikan. Begini beritanya:

Satu lagi yang membuat Ryaas masih bertanya-tanya adalah pernyataan Husni di malam sebelum kepergiannya. “Apa maksudnya pernyataan dia ‘Allah telah mendengarkan doa Jokowi’?” kenang Ryaas. (jpnn)
Sumber : http://fajaronline.com/2016/07/08/sebelum-pergi-husni-kamil-allah-telah-mendengarkan-doa-jokowi/

Picture: Here

Picture: Here

Banyak yang mengaitkan dengan:

Picture: Here

Benarkah demikian? Tiada yang tahu, kesemuanya masih gelap hingga kini. Ada yang mengatakan kalau ini Pemuniran, sebab Munir dahulunya mati diracun untuk membungkap mulut dan setiap kegiatannya. Berarti ada yang terancam, siapakah?

Nan membuat aneh ialah Sang Raja yang ketika itu sedang berada di bandar kelahirannya hanya mengeluarkan pernyataan belangsungkawa melalui media. Tiada balik ia ke Jakarta untuk mengantar jenazah atau setidaknya bertakziah. Apakah karena sudah pecah kongsi? Entahlah?

Kita hanya dapat berharap dan berdo’a agar almarhum mendapat tempat terbaik disisi Sang Khalik dan almarhum dan keluarga mendapat keadilan atas kematian ini. Amin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s