Fitnah terhadap Sang Engku

Archandra Tahar [Picture: Here]

Tatkala kami mendengar namanya dan mendengar kabar nan digadang-gadangkan bahwasanya ianya ialah Urang Awak maka entah kenapa rasa penasaran menjalari. Apakah ini buah Sang Raja berhari raya di Padang nan lalu? tanya kami dalam hati.

Namun tatkala melihat foto-fotonya, membaca ulasan mengenai dirinya maka rasa penasaran berubah menjadi heran, aneh, dan janggal. Kenapa dia nan dipilih oleh Sang Raja? Sama sekali jauh dari jenis yang disukai oleh para petingginya.

Seorang nan cerdik-cendikia, bagus agamanya, taat menjalankan perintah agama, bahkan bekerja sambilan mengajari anak-anak di Amerika mengaji Al Qur’an. Sungguh janggal, aneh bin ajaib.

Kata orang, kita dapat menilai seseorang itu dengan siapa dia bergaul. Dalam hal ini, kita dapat melihat siapa Sang Raja itu dengan melihat sesiapa saja orang nan mengelilinginya.

Dan, belum genap sebulan terjadilah kabar nan mengejutkan itu. Si Engku nan Urang Awak ini diberhentikan dikarenakan perkara kewarga negaraan ganda. Ia dituduh memiliki pasport Amerika.

Banyak orang terkejut, terutama Urang Awak. Adapun dengan kami, terkejut juga namun tak seterkejut kebanyakan orang. Memang tiada dapat binyak bercampur dengan air.

Pada kejadian ini, Sang Raja kembali menjadi bahan olokan sebab kalau memang benar Si Engku kami itu berkewarga negaraan ganda mestinya sudah diketahui sedari awal, sebelum pengangkatan. Tak diselidikikah terlebih dahulu?

Ada juga suara nan mengatakan bahwa ini merupakan usaha oleh kekuatan tertentu yang bermain dibalik layar untuk menyingkirkan menteri nan satu ini. Sebab mereka takut dengan kecerdikan dan kecendekiaannya. Selalu cemerlang semenjak bersekolah hingga berkuliah. Memiliki sebuah perusahaan di Amerika yang cukup terkenal, dan lain sebagainya.

Terlebih lagi, dia tahu dengan bidang pekerjaan nan menjadi tanggungannya. Tiada dapat ia dikicuh, tiada dapat ia ditekan dan dipaksa. Apalagi agamanya bagus, manakan mungkin dapat dipengaruhi oleh sembarang orang.

Lain perkara bagi para Garundang[1], amalan mereka ialah “Sang Raja Selalu Benar..”

Mencemooh para pengkritik sebagai haters, melakukan segala daya-upaya untuk membenarkan keputusan raja mereka. Serta memuja-muja keputusan tersebut “Keputusan Raja itu telah tepat, memang demikian hendaknya..”

Pada salah satu media Garundang bahkan mereka sampai berani menuduh dengan bahasa:

Di masa  kini, nasionalisme tidak lagi menjadi ruh pada raga anak bangsa, sehingga dengan mudah seseorang menanggalkan nasionalisme hanya karena uang, harta dan jabatan, tambah Sofyano. Pupusnya nasionalisme bukan hanya terjadi pada kasus menanggalkan ke warganegaraan Indonesia dan beralih kewarganegaraan asing, tetapi juga pada sikap perilaku dan moral yang tidak nasionalis. (Sumber Klik Disini)

Sungguh tersayat sembilu hati ini rasanya. Seorang peneliti sejarah berkebangsaan Amerika bahkan kagum dengan Nasionalisme orang Minangkabau. Dia menjuluki Sumatera Barat dengan julukan “Benteng Republik”. Hal ini karena gigihnya perlawanan rakyat Minangkabau dalam mempertahankan kemerdekaan dan mengusir penjajahan kembali Belanda.

Namun agaknya orang-orang ini tiada membaca tulisan George Mac T Kahin beserta isteri (mantan) nya Audrey Kahin tersebut. Dan mereka agaknya kurang menyelidiki, siapa Engku kami itu, bagaimana hidup dan kehidupannya selama berada di Amerika, dan bagaimana pemikirannya mengenai negara yang sedang dalam ujian besar ini.

Banyak kesaksian dari orang-orang terdekatnya, termasuk dari seorang kawannya semasa berkuliah di ITB dahulu.

Namun layaknya Garundang, mereka puna tabi’at “Sang Raja Selalu Benar”, fanatik dan taklid buta. Tiada guna mengadapi orang fanatik, sebab Alam Fikiran mereka telah terjajah.

_________________________________

Catatan Kaki:

[1] Bahasa Minang untuk Kecebong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s