Mengenang Gempa Sumbar 2009

Hotel Ambacang, Tinggal Kenangan [Picture: Here]

Hotel Ambacang, Tinggal Kenangan [Picture: Here]

Tanggal 30 September dan 1 Oktober memiliki makna lain orang Minangkabau. Selain tanggal terjadi peristiwa keji yakni penculikan dan pembantaian  enam orang jenderal pada tahun 1965, tanggal tersebut juga dikenang sebagai tanggal terjadinya gempa besar yang menghancurkan beberapa negeri di Minangkabau ini.

Padang sebagai ibu provinsi mendapat sorotan paling besar walau tidak kecil kemungkinan ada daerah di pesisir nan lain yang juga mengalami keadaan lebih parah.

Gempa ini terjadi dua kali, kali pertama terjadi pada petang hari  tanggal 30 September 2009 sekitar pukul lima lewat seperempat, kekuatannya ialah 7,6 Skala Richter. Gempa pertama ini menyebabkan kepanikan pada sekalian masyarakat, beberapa bangunan bertingkat rubuh banyak orang terhimpit bahkan mati. Jalanan ada yang longsor dan tertutup, minyak payah mendapatkannya, bahkan ketika itu harga bensin menjadi tak manusiawi lagi.

Gempa kedua terjadi pada keesokan harinya yakni hari Kamis tanggal 1 Oktober 2009 dengan kekuatan 6,8 Skala richter. Tidak sekuat sehari sebelumnya namun tetap membuat cemas mengingat apa yang diakibatkan gempa sebelumnya.

Kini sudah tujuh tahun berlalu, hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua. Namun agaknya tidak karena kehidupan orang Minangkabau terutama yang tinggal di kota-kota semakin Hedonis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s