Anjing Menggonggong, Khafilah Berlalu

Maestro Sihaloho

ciamis

khafilah yang terus bergerak itu
bukan kawanan domba
seperti yang dikatakan nietzsche
mereka bukan pula serdadu bayaran
yang doyan ditunggangi
mereka adalah jiwa-jiwa merdeka
yang lagi bergairah terbakar ghirah

meski kalian sabotase transportasi
itu tak kan mampu lumpuhkan
militansi mereka
mereka masih punya dua kaki
tuk melangkah gagah
jarak pun jadi tak berarti
karena mereka pejuang sejati

walau sepanjang jalan
anjing-anjing penjaga
terus menggonggong
dari balik tembok istana
tapi khafilah terus berlalu
menuju medan juang
yang penuh kemuliaan


Medan, 30/11/2016

View original post

Surat Dr. Kapitra Ampera unt Tuan Presiden

Picture: Here

Picture: Here

Yth bpk Presiden RI…….!

Setiap demonstrasi pasti menganggu ketertiban umum, waktu saya sekolah di Belanda, seluruh karyawan angkutan publik demo selama 3 hari, aktifitas manusia stagnasi, hampir semua orang kemana2 naik sepeda. Di Amerika Serikat kemarin juga, ketika Trump memenang pilpres, banyak sekali warga negaranya demo, itu semua menganggu ketertiban umum. Hal ini konsekwensi dari sistem demokrasi yang dipilih, dalam penyelenggaraan negara kita, demonstrasi di negara kita bukanlah kejahatan, perbuatan menganggu ketertiban umum dapat dibenarkan dan menghapuskan perbuatan pidana tentang.

Delik menganggu ketertiban umum (lex spesialis) karena aksi demonstasi merupakan hak warga negara, basic human right, yang tertuang dalam konsitusi/ Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 (E, (2.3) ) Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pasal 19, UU. No. 39 th 99, pasal 23 (2), pasal 25 dan pasal 44 yo UU. No. 12 th 2005 pasal 19 serta UU No. 9 th 1998 pasal 1 (1) pasal 2 (2) serta tata caranya juga di atur demonstrasi,(unjuk rasa), pawai, rapat umum, dan mimbar bebas. Pasal 5 nya memberikan hak untuk mengelurakan pikiran secara bebas dan memperoleh perlindungan hukum. Continue reading “Surat Dr. Kapitra Ampera unt Tuan Presiden”

Ikhtiar untuk 2 Desember 2016

Gambar: Disini

Gambar: Disini

Unjuk rasa tanggal 4 November 2011 (411) nan silam telah menyiutkan nyali Kaum Munafiq dan Kafirun. Cemas mereka melihat umat Islam dari berbagai perkumpulan, aliran pemahaman, dan latar belakang dating berkumpul di Jakarta. Tak hanya itu, kaum non muslimpun ikut bergabung dalam unjuk rasa akbar ini. Satu tuntutan yakni hukuman bagi sang penista agama, dimana sepekan kemudian keluar keputusan menetapkan Yang Bersangkutan menjadi tersangka. Walau telah ditetapkan menjadi tersangka, kericuhan justeru bertambah, karena Yang Bersangkutan tidak ditahan oleh pihak nan berwenang. Alasannya karena Yang Bersangkutan tidak akan melarikan diri ataupun menghilangkan barang bukti. Sungguh terpana orang-orang, kebanyakan tersangka apakah itu dari kalangan rakyat biasa ataupun pejabat langsung ditahan apabila sudah mendapat predikat “tersangka”. Yang membuat heran lagi, disaat Yang Bersangkutan menjalani pemeriksaan, dia diiringi oleh banyak politisi dari salah satu partai politik yang selama ini dikenal amat keras penentangannya terhadap Islam. Continue reading “Ikhtiar untuk 2 Desember 2016”

Info terkini ttg kinerja Pemda DKI.

Picture: Here

Picture: Here

Buat pengetahuan dan tambahan bahan kampanye:
*Inilah kinerja AHOK yg selama pegang DKI Jak.. audit BPK* 😬😬😬😬 😬😬 *Jangan Mau Dibohongin & Dibodohin pakai Opini Kinerja Baik dari media2 yg mereka kuasai (Bagian 1)*

Selama ini, banyak diopinikan bahwa kinerja Ahok , Gubernur yang juga *tersangka penistaan agama, itu baik.* Sayangnya, meski akses informasi demikian luas untuk melakukan analisis klaim tersebut, belum ada yang melakukan evaluasi secara komprehensif. Realitanya ternyata tidak sedikit indikator kinerja kunci Ahok yang *lebih buruk* dari Fauzi Bowo, Gubernur Kumis. Padahal Ahok memerintah DKI Jakarta dengan kondisi yang jauh sangat nyaman jika dibandingkan dengan Fauzi Bowo. Pada masa Ahok, APBD DKI memiliki nilai hampir 2X lebih lipat dari dari nilai APBD Fauzi Bowo. Selain itu, modal sosial dan dukungan buzzer yang dimiliki oleh Ahok juga jauh lebih besar ketimbang Fauzi Bowo. Continue reading “Info terkini ttg kinerja Pemda DKI.”

Mengenang Gempa Sumbar 2009

Hotel Ambacang, Tinggal Kenangan [Picture: Here]

Hotel Ambacang, Tinggal Kenangan [Picture: Here]

Tanggal 30 September dan 1 Oktober memiliki makna lain orang Minangkabau. Selain tanggal terjadi peristiwa keji yakni penculikan dan pembantaian  enam orang jenderal pada tahun 1965, tanggal tersebut juga dikenang sebagai tanggal terjadinya gempa besar yang menghancurkan beberapa negeri di Minangkabau ini.

Padang sebagai ibu provinsi mendapat sorotan paling besar walau tidak kecil kemungkinan ada daerah di pesisir nan lain yang juga mengalami keadaan lebih parah. Continue reading “Mengenang Gempa Sumbar 2009”

1 Oktober 1965

Picture: Here

Picture: Here

Tanggal 1 Oktober telah banyak orang-orang pada masa sekarang yang melupakannya. Tanggal ini berkitan dengan malam 30 September dimana pada tengah malamnya terjadi suatu peristiwa memilukan penculikan terhadap 6 orang Jenderal Angkatan Darat yang anti Komunis serta 1 orang Ajudan Jenderal yang dikira ialah sang jenderal.

Pelaku utama dibalik penculikan ini ialah Partai Komunis Indonesia yang saat itu sedang berasyik-mesra dengan penguasa ketika itu. Mereka merasa terancam dengan ketujuh jenderal yang terkenal anti dengan Komunis. Mereka berasa terancam kekuasaannya karena sang penguasa sedang sakit-sakitan dan cemas apabila meninggal maka dominasi dalam pemerintahan ikut hancur.

Oleh karena itu mereka memutuskan untuk bergerak cepat dan bertindak lebih dahulu. Menghancurkan segala ancaman dan Memusnahkan segala halangan yang merintangi jalan mereka kelak. Continue reading “1 Oktober 1965”