Ikhtiar untuk 2 Desember 2016

Gambar: Disini

Gambar: Disini

Unjuk rasa tanggal 4 November 2011 (411) nan silam telah menyiutkan nyali Kaum Munafiq dan Kafirun. Cemas mereka melihat umat Islam dari berbagai perkumpulan, aliran pemahaman, dan latar belakang dating berkumpul di Jakarta. Tak hanya itu, kaum non muslimpun ikut bergabung dalam unjuk rasa akbar ini. Satu tuntutan yakni hukuman bagi sang penista agama, dimana sepekan kemudian keluar keputusan menetapkan Yang Bersangkutan menjadi tersangka. Walau telah ditetapkan menjadi tersangka, kericuhan justeru bertambah, karena Yang Bersangkutan tidak ditahan oleh pihak nan berwenang. Alasannya karena Yang Bersangkutan tidak akan melarikan diri ataupun menghilangkan barang bukti. Sungguh terpana orang-orang, kebanyakan tersangka apakah itu dari kalangan rakyat biasa ataupun pejabat langsung ditahan apabila sudah mendapat predikat “tersangka”. Yang membuat heran lagi, disaat Yang Bersangkutan menjalani pemeriksaan, dia diiringi oleh banyak politisi dari salah satu partai politik yang selama ini dikenal amat keras penentangannya terhadap Islam. Continue reading “Ikhtiar untuk 2 Desember 2016”

Mereka takut akan Kita

Akseyna Ahad Dori, mahasiswa UI Jurusan Biologi yang ditemukan tewas tenggelam di Danau UI. [] Picture: Here

Disalin dari statu Manoefris Kasim di fesbuk beliau

Assalamualaikum wb,

IPhO (International Physics Olimpyc)

Satu hal yg harus kita berhati hati berkenaan dg juara Olimpiade Physics ini
1. Ingatkah kita meninggalnya mahasiswa kita di Nanyang Singapore bbrp waktu yl? Dia juga anak pintar Indonesia, juara olimpiade Physics,..seolah olah jatuh dari lantai yg tinggi.
Continue reading “Mereka takut akan Kita”

PENJAJAHAN CINA ATAS RI

Picture: Here

Pada awal April 1988 ada rapat rahasia tokoh-tokoh Cina, pentolan-pentolan CSIS dan jenderal2 TNI – AD. Mereka membahas perkembangan terbaru politik RI. Kelompok ini semakin tersisih dari pusat kekuasaan Orde Baru setelah Pak Harto membuat koreksi atas kebijakan, arah dan prioritas pembangunan nasional RI. Kelompok ini berkuasa selama 20 tahun Orde baru memerintah, mereka menguasai total sumberdaya ekonomi dan memegang seluruh jabatan strategis negara di negara RI.

Continue reading “PENJAJAHAN CINA ATAS RI”

IBU SAENI & LUAR BATANG: DUA KASUS SERUPA, TAPI BEDA GAYA

Oleh: Asa Mulchias (Penulis, editor)

[BEDAH BERITA]

Picture: Here

IBU SAENI & LUAR BATANG: DUA KASUS SERUPA, TAPI BEDA GAYA

Kasus Ibu Saeni adalah kasus bagaimana media menyajikan suatu berita. Tidak lebih dari itu. Jika penyajiannya berbeda, bisa jadi efeknya beda pula. Untuk lebih jelasnya, mari kita bedah berita. Kali ini, kita akan membandingkan bagaimana berita soal Ibu Saeni dibawakan dengan kasus Luar Batang.

Kenapa kasus Luar Batang yang dipilih?

Karena elemennya sama.

Selain kejadiannya belum jauh berselang, dua kasus ini memiliki unsur-unsur keterlibatan yang sama. Ada unsur rakyat, pemerintah, dan peraturannya. Tapi anehnya, cara penyajian kasusnya sangat berbeda. Padahal medianya ya itu-itu juga.

Nah, untuk memahaminya, kita baca dulu sample BERITA 1 dan BERITA 2 di bawah ini. Continue reading “IBU SAENI & LUAR BATANG: DUA KASUS SERUPA, TAPI BEDA GAYA”

Perang Mental; Fitnahan Munafiqun

Telah genap sepekan semenjak Si Oji mendatangi masjid kita di Bandar Niaga yang dikawani oleh para anak buahnya. Sungguh ramai sangat, selain anak buah di balai juga dibawa anak buahnya dari Satuan Pengamanan Bandar. Gelak-gelak orang melihatnya karena untuk menghadapi anak mahasiswa saja Si Oji ini mesti membawa pengawalan sebanyak itu untuk dirinya. Takut dia rupanya..

“O.. pantaslah begak dia, gedang suaranya, tak hendak mendengar kata orang lain dia. Yang di dia saja yang laku. Apa pantas seorang yang digelari pemimpin bersikap serupa itu. Tak diajarikah ia oleh mamaknya..?” kata salah seorang engku.

Pokok dari yang disampaikan Si Oji dalam pembicaraan dengan mahasiswa ialah bahwa ia tak hendak surut dari pendiriannya, tak ada kata mundur, yang LUPPO GRUP dengan SALAMAKnya akan tetap didatangkan. Sebab menurut pandangannya hal tersebut memberi manfaat kepada bandar tersebut.

Telah disanggah oleh orang, telah diberi pula oleh orang data-data yang selama ini dipertanyakan dan menjadi bahan tertawaan Si Oji dan para Pendukung Salamak ini. Namun tiada mempan, hatinya telah ditutupi oleh Allah Ta’ala agaknya, Innalillahi..

Semenjak itu, perang propaganda semakin gencar di ranah maya, mulai dari fitnahan terhadap salah satu penentang yakni dengan cara mengubah isi status fesbuk dari si penentang yakni Status Keras Menentang Luppo menjadi menyerah dan menerima LUPPO. Hingga yang terakhir ialah yang paling mengejutkan yakni pernyataan salah seorang yang mengaku sesosok Intelektual, telah bergelar profesor pula memberikan suatu pernyataan yang sangat membuat panas kepala.

“Umat Islam di Sumatera Barat ini hendaknya berprasangka baik (berfikir positif) terhadap penanaman modal (investasi) oleh Luppo Grup itu, jangan hanya fikiran buruk (negatif) saja yang dikedepankan..” pernyataan tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari yang hadir di hotel tersebut.

Betapa tidak kan panas, susunan huruf dan rangkaian kata yang terjalin sangatlah serupa dan khas, Khas Kaum Munafiqun (SEPILIS) yang mulut berbisa mereka selalu bercakap perihal Toleransi, Pluralisme, dan Kebebasan.

Perang masihlah terus berlanjut, Perang Mental dan Konspirasi. Gaya serupa ini ialah khas Zionis, melalui media mereka mencuci otak Masyarakat (Umat Islam). Itulah yang terjadi sekarang, media yang tak berdiri di tengah-tengah (netral), kepentingan para pemilik uang, ditambah dengan tingkah pola para pemimpin yang jauh dari tuntunan Agama dan Adat.

Berbagai dukungan terhadap proyek Luppo ini terus berdatangan terutama dari para pejabat. Setelah salah seorang anak buah Si Oji bercakap merendahkan ulama dan para penentang Salamak. Dikatakannya Majelis Ulama tak Punya Kerjaan, tak malu dia mengakui berbagai tempat maksiat yang ada di bandar tersebut, dan yang lebih tak tahu malunya dilemparkannya tanggung jawab kepada para Ulama. Cobalah engku-engku bayangkan betapa tak berotaknya pejabat ini. Cobalah engku dan encik bayangkan kalau tak hanya seorang ini pejabat yang berfikiran serupa ini di negeri kita. Continue reading “Perang Mental; Fitnahan Munafiqun”

Diam tak berarti kalah..

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Terdengar oleh kami bahwa pada tanggal 5 Desember yang bertepatan dengan tanggal 2 Shaffar 1435 nanti akan diadakan kembali demo penolakan terhadap Siloam. Namun berlainan dengan demo tanggal 24 Muharam yang silam dimana para peserta berasal dari berbagai kalangan maka pada demo tanggal 2 Shaffar nanti para peserta akan diutamakan dari kalangan mahasiswa.[1]

Tatkala mendengar perihal rencana ini, seketika hati kami dilingkupi oleh perasaan cemas. Apa hal? Karena pada pemberitaan pada salah satu surat kabar pada akhir pekan yang lalu sempat terucap suatu pernyataan bernada ancaman dari salah seorang petinggi kota ini.

Apa kata orang ini “Boleh demo, asal tidak anarkis. Tapi kalau anarkis, maka para pendemo akan dibawa ke ranah hukum..”[2]

Pernyataan tersebut adalah wajar apabila dikeluarkan sebelum demo dilangsungkan. Namun karena pernyataan ini keluar selepas demo maka sebagai orang Minangkabau kami merasakan ada suatu maksud yang terkandung dalam pernyataan salah seorang petinggi Kota Padang tersebut. Inilah yang membuat kami cemas dan khawatir dengan demo yang akan diadakan Kamis 2 Shaffar mendatang.

Kalau kita simak baik-baik berbagai pernyataan terkait demo Kamis 24 Muharam yang silam maka akan banyak kita dapati pernyataan salut dari berbagai fihak. Bahkan ada orang yang bukan orang Minangkabau menyatakan kekagumannya atas apa yang berlangsung di Padang pada Kamis yang silam. Rangkayo ini membandingkan dengan keadaan berdemokrasi di daerah lainnya di Indonesia. Kesimpulan beliau ialah “Suku Minang yang Berbudaya, Santun dan Beretika, Demokratisasi yang Sudah Dewasa”[3]

Sungguh kami benar-benar merasa cemas, sebab dari salah seorang penggagas aksi demo pada kami yang silampun terdengar kabar bahwa ada sekelompok orang yang menawarkan jasa pengamanan demo dengan tarif Rp. 100 juta. Sungguh hal ini menyadarkan kami akan banyak hal.

Tampaknya, suatu aksi demo tidak sesederhana yang kita bayangkan. Sudah semacam industri pula, setidaknya bagi beberapa daerah yang sudah terbiasa dengan aksi demo. Sedangkan bagi kita di Sumatera Barat ini, hal-hal serupa itu sama sekali tak dikenal. Continue reading “Diam tak berarti kalah..”