Rezim Otoriter Gaya Baru

Maestro Sihaloho

catur1Sunguh menarik catatan ringan  Dedi Sahputra di kolom “Foliopini”-nya yang berjudul “Otoriter..?”, (Waspada, 31/10/2016). Diantara nukilan yang paling menggelitik dari tulisan itu adalah tentang defenisi otoriter yang diungkapkannya.

Di alenia kedua dengan lugas ia mengungkapkan; Pemerintah kala itu (Orde Baru) disebut otoriter karena digenggamannya ada empat elemen utama kehidupan bangsa. Itulah parlemen (legislatif), perangkat hukum (yudikatif), distribusi informasi/pesan (media massa), dan birokrasi (eksekutif) itu sendiri. Ketika pemerintah  (eksekutif) menguasai semua itu, mereka gampang sekali malihrupa jadi Fir’aun.

Lantas, pada alenia berikutnya, dengan lugas ia  memaparkan fakta  historis keotoriteran rezim Orba, dan kemudian membandingkannya dengan realitas kekinian dari kecenderungan sepakterjang  rezim penguasa hari ini. Dan hasil kesimpulan dari komparasi itu sepertinya cukup mengejutkan, ada indikasi kemiripan diantara keduanya,  terutama  ketika  keempat elemen utama kehidupan bangsa itu dijadikan parameter penilaian , yang mana kesumuanya memang sudah menunjukkan gelagat “takluk” oleh cengkraman  penguasa.

Lewat tulisannya, Dedi memang tidak secara vulgar mengungkapkan ada kesamaan…

View original post 1,273 more words

Advertisements

Anjing Menggonggong, Khafilah Berlalu

Maestro Sihaloho

ciamis

khafilah yang terus bergerak itu
bukan kawanan domba
seperti yang dikatakan nietzsche
mereka bukan pula serdadu bayaran
yang doyan ditunggangi
mereka adalah jiwa-jiwa merdeka
yang lagi bergairah terbakar ghirah

meski kalian sabotase transportasi
itu tak kan mampu lumpuhkan
militansi mereka
mereka masih punya dua kaki
tuk melangkah gagah
jarak pun jadi tak berarti
karena mereka pejuang sejati

walau sepanjang jalan
anjing-anjing penjaga
terus menggonggong
dari balik tembok istana
tapi khafilah terus berlalu
menuju medan juang
yang penuh kemuliaan


Medan, 30/11/2016

View original post

Perlontean di Padang3

Picture: Here

palanta@minang.rantaunet.org, rgm_gm@yahoogroups.com
Add to Address Book Add Mobile Alert
Date: Tue, 19 Dec 2006 11:30:14 -0800 (PST)
Subject: [RGM_GM] Dima Nyo ABSSBK

Mengintip Kehidupan Malam di Kota Bingkuang: Pub, Tempat Transaksi Seks dan Narkoba?

Rabu, 20-Desember- 2006, 02:33:44 12 clicks
Tak salah orang bilang, sekarang ini zaman edan. Batas moral dan susila nyaris tak ada.

Jika dulu, anak gadis tabu keluar rumah larut malam, kini dugem (dunia gemerlap), sudah mulai merasuki kehidupan gadis Minang. Akhir pekan silam, satu per satu anak baru gede (ABG) tiba di sebuah pub (diskotik) salah satu hotel berbintang di Kota Padang. Continue reading “Perlontean di Padang3”

Sang Raja Selalu Benar..

Picture: Here

Pencitraan dan propaganda tampaknya tak lepas dari sosok Sang Raja. Dan untuk menyokong semua itu akan selalu ada para Garundang yang dengan setia membela sang junjungan. Menyalak bahkan sampai menggigit mereka hendak. Namun orang tiada takut, sebab sudah biasa pergi berburu di hari Minggu.

Maka terjadilah pada suatu ketika sebuah gambar Sang Raja yang sedang shalat berjama’ah diposting oleh orang di jejaring sosial. Postingan itu menanyakan “Apakah boleh shalat memakai kaus kaki..” kami tergelak saja membacanya. Jawabannya ialah boleh, bahkan pakai sepatupun boleh. Asalkan dilihat dari keadaan ketika orang mengerjakan shalat itu. Continue reading “Sang Raja Selalu Benar..”

Tarikh Perang Kamang Bagian.2

Mengenang Perang Kamang
Jihad Lillahi Ta’ala, tanpa perlu disebut, tanpa perlu digelari pahlawan.
Berjihad demi agama, adat, dan nagari..

kamang darussalam

Perang Kamang

Sebuah kisah dari Negeri Pemberontak

Buminyo angek

Aianyo karuah

Ikannyo lia

(Luhak Agam)

Pada tanggal 1 Maret 1908, pemerintah Kolonial mengumumkan akan diberlakukan kebijakan penetapan pajak untuk rakyat di wilayah jajahan. Untuk itu para pejabat pemerintahan diharapkan segera melakukan penerangan (sosialisasi) kepada rakyat jajahan. Hal ini juga berlaku bagi pejabat pemerintahan di Governement Sumatera Westkust (Sumatera Barat). Maka dari itulah pejabat pemerintahan kolonial di Luhak Agam atau mereka menyebutnya Oud Agam yang berpusat di Fort de Kock (Bukittinggi) mengambil kebijakan untuk mengumpulkan para Kepala Laras. Gunanya ialah untuk menyampaikan kebijakan baru pemerintah tersebut.

Kontroleur Agam ketika itu ialah seorang Belanda yang bernama Westernek yang merupakan salah seorang tokoh utama dalam pemberontakan orang Kamang. Dialah yang memimpin penyerangan terhadap Nagari Kamang yang kabarnya akan melawan kepada pemerintah.

Westerneklah yang memimpin rapat dengan para Kepala Laras dari Luhak Agam. Mereka melakukan rapat di Fort de Kock. Para Kepala Laras itu…

View original post 5,130 more words

Tarikh Perang Kamang Bagian. 1

Mengenang Perang Kamang 1908
Menegakkan Marwah Nagari

kamang darussalam

Perang Kamang

Permulaan Kalam

Sekarang telah bulan Juni pula engku, tahukah engku-engku sekalian apa gerangan yang terjadi pada bulan ini? Suatu peristiwa bersejarah engku, peristiwa bersejarah bagi nagari kita yakni Nagari Kamang Darussalam. Suatu peristiwa yang telah menjadi kegiatan tahunan di nagari kita dimana hal tersebut selalu diperingati dengan melaksanakan upacara bendera. Semasa kecil tatkala masih bersekolah dahulu kami yakin engkupun sering disuruh oleh guru-guru untuk pergi upacara bendera ke Tanah Lapang di Ampang.

Benar engku, yang kami maksudkan ialah Perang Kamang, sesuai dengan judul kami di atas. Perang pecah pada tanggal 15 Juni 1908 antara kita orang Kamang beserta beberapa penduduk di sekitar nagari kita dengan Pemerintahan Kolonial Belanda. Kami tak hendak mengatakan bahwa perang ini terjadi antara kita dengan orang Belanda. Sebab Pemeritnah Belanda sendiri yang memang menjadi pemuka pada pemerintahan mereka ketika itu tidak hanya mempekerjakan orang Belanda pada birokrasinya. Melainkan terdapat juga orang Pribumi Indonesia, seperti…

View original post 1,457 more words