Perihal Sutan Paduko Basa

Assalamu’alaikum…

Sutan Paduko Basa merupakan nama kecil dari niniak kito Datuak Katumangguangan, pendiri kelarasan Koto Piliang. Si Sulung yang pengaruhnya hampir merata di seluruh daerah Rantau Minangkabau. Nama itu kami gunakan dalam blog ini sebagai admin. Tentunya dengan beragam alasan, selain kami berasal dari nagari yang menganut paham Kelarasan Koto Piliang, alasan lainnya ialah karena simpati kami kepada Si Suluang ini. Dalam setiap cerita perihal dua orang datuk ini, entah kenapa kami merasa bahwa sang punya cerita berusaha menggiring kita untuk bersimpati kepada Datuak Parpatiah Nan Sabatang. Si Sulung ini digambarkan sebagai pribadi yang sombong, angkuh, keras, dan congkak.

Sebagai sesama anak sulung, kami paham. Sebenarnya Ninik Datuak Katumangguangan  sesungguhnya merasa kesepian. Tidak banyak yang memahami akan pribadi beliau. Pernahkah ada yang bertanya kenapa gerangan beliau begitu keras? Apakah benar karena ayahnya seorang raja? Tidak mesti begitu duhai tuan, engku, dan encik sekalian.

Demikianlah perihal diri kami, masih muda dan perlu banyak belajar.  Semoga Tuan, Engku, dan Encik berkenan mengajari diri kami.

Nan Kuriak iolah Kundi, Nan Sirah iolah Sago. Nan Baiak iolah Budi, Nan Indah iolah Baso.

17 thoughts on “Perihal Sutan Paduko Basa

      1. ano di koto kaciak sutan..surau gadang kampuang ketek no..sutan dima tu?
        kalau gaek di duri sutan. tapi ambo di padang. alhamdulillah alah salasai tuan. tuan baa pulo tu?

  1. Kenapa engku dalam memakai pengantar kalimat, selalu mamakai kata engku dan encik sekalian. Apakah engku domisili sekarang di malaisia ? tapi jujur saya sangat kagum dengan cara bertutur engku dalam setiap artikel yang engku keluarkan sunguh sangat mengena dan sangat sopan dalam bertutur kata. Teruskan perjuangannya Engku.

    1. Banyak orang telah salah faham kepada kami, namun tak hendak kami terangi sebab tiada keinginan dari mereka untuk bertanya. Langsung Mancap kami dari Malaya (panggilan orang tua dahulu terhadap Malaysia). Tidak hanya itu, kami tengok pada masa sekarang Banyak pula orang Minangkabau (yang tak faham adat) yang salah faham, semisal Baju KUruang Basiba dikata Baju Malaysia karena dunsanak-dunsanak orang Malayu disana masih mempertahankan kebudayaan khas kita Orang Melayu dan menjadikannya sebagau pakaian tersebut sebagai pakaian nasional mereka.

      Baru engkulah yang pertama bertanya kepada kami perihal ini, senang hati kami. Terima kasih terlebih dahulu kami ucapkan.

      Adapun perihal panggilan Engku, Encik, serta Rangkayo ini merupakan panggilan asli kita orang Minangkabau dan Melayu. Namun pemakaiannya pada masing-masing Puak Melayu berlainan. Serupa “Encik” bagi kita dahulunya untuk perempuan yang masih gadis, sedangkan di Malaya sama dengan Panggilan “Engku” dikita yakni suatu panggilan kepada Kaum Lelaki. Untuk lebih jelasnya kami sertaka tautan pada blog yang menjelaskan perihal ini. Silahkan engku klik:
      http://nagarikamang.wordpress.com/2013/08/01/perihal-engku-dan-encik/

  2. Assalamu alaikum mamak… sanang rasonyo maliek blog mamak ko…🙂

    Saya cuma punya beberapa postingan tentang Ranah Bundo tacinto. Semoga kedepannya bisa bertambah lebih banyak dan memberikan manfaat bagi kita semua. Amin.

    http://firstychrysant.wordpress.com/2014/04/18/rumah-gadang-rumah-tradisional-minang-kabau/

    http://firstychrysant.wordpress.com/2014/01/08/surau-ranah-minangkabau-surau-ranah-bundo/

    http://firstychrysant.wordpress.com/2014/05/15/surau-tuo-nagari-lubuk-bauk-batipuh-padang-panjang/

    1. Wa’alaikum salam, terimakasih encik, kamipun senang pula melihat blog encik. Dimanakah encik sekarang, darimanakah kampungnya, serta apa pula suku encik?
      Tulisan encik telah kami baca, bagus sangat. Semoga semakin banyak orang Minangkabau ini yang peduli dan hendak mempelajari adat, sejarah, dan agamanya. Amin..

  3. Bgaimna pndapat engku tntang artis gadang ranah minang .. yg tidak mnunjukkan ksopanan dn brpkaian tapi telanjng ..yg akan ramai di media youtube . . Mmbuat malu kami para rantau minang di negeri seberang .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s