Belum terkilat sudah terkalam*

Picture: Here

Dari laman sebelah. Kita tunggu reaksi Ahok.
_______________________________________
*BreakingNews* DITOLAK WARGA, AHOK BATAL KAMPANYE DI MASJID Al-INAYAH KALIDERES!

Rabu, 15 Juni 2016

Jakarta – Memanfaatkan bulan suci Ramadhan, sore ini, Rabu 15 Juni 2016 Ahok berencana datang ke Masjid Al-Inayah di Komplek Merpati, Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.

Tujuannya tentu ingin berkampanye dan berfoto selfie ria bersama umat Islam, memanfaatkan sedang ramai-ramainya umat Islam yang berbuka puasa di Masjid. Lalu foto-foto selfie Ahok akan disebar di media-media pendukung Ahok sambil diberi judul “Inilah Ahok bersama ribuan muslim pendukungnya”.

Modus Ahok tersebut sudah diketahui oleh warga. Sebelumnya sempat dikabarkan, ada satu oknum DKM setempat yang ngotot ingin menerima kedatangan Ahok di Masjid Al-Inayah, semata karena tergiur dengan iming-iming uang sumbangan.

Namun alhamdulillah seluruh warga masyarakat sekitar Masjid Al-Inayah Kalideres tidak ada yang mata duitan. Mereka semua Istiqomah dalam menegakkan agama Allah, menjaga kesucian bulan Ramadhan dan kesucian Masjid Al-Inayah. Mereka semua kompak menolak kedatangan Ahok dan siap mengusir Ahok apabila tetap nekad berani datang.

Info terakhir yang kami terima Ahok akhirnya membatalkan kunjungannya kesana karena takut keselamatannya terancam.

Allahu Akbar!
Merdeka!

_____________________________________

*Judul berasal dari potongan pepatah Minang yang berarti sudah tahu maksud dan tujuan tatkala pada perjumpaan pertama.

Continue reading “Belum terkilat sudah terkalam*”

Advertisements

Hormati yang tidak puasa?

Oleh: Ilham Yusardi

Picture: Here

Beranjak dari kasus ibu pedagang warung makan di Banten, yang warungnya dirazia polisi pamong. Kemudian banyak yang menanggapi: ibu itu tak layak diperlakukan seperti itu; dirazia; disita jualannya. Orang-orang mengumpulkan donasi hingga tercapai pula ratusan juta. Wacana berkembang. Pemerhati, bupati, gubernur, hingga presiden menanggapi. Simpel mereka perkata, dengan singkat pikiran. HORMATI JUGA ORANG YANG TIDAK PUASA. seterusnya, Perda-perda tentang larangan berjualan makan dan minum secara terbuka pada bulan puasa akan dikaji kemendagri. Continue reading “Hormati yang tidak puasa?”

Ummi, Ibu, Bunda, Amak, Amai..

Salah seorang kawan lama mengirimi kami sebuah email. Email ini dikirim atas permintaan kami guna dapat dimuat di blog kami yang sangat sederhana ini. Untunglah beliau berkenan dan bersedia membagikan kisahnya kepada kami.

Berikut kisahnya..

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Sudah tiga kali puasa aku mengalami hal ini, tidak berkeinginan ketika makan, apakah itu ketika berbuka ataupun sahur. Awalnya aku tak paham dengan apa yang tengah berlaku atas diri ku, namun setelah lama ku fikirkan, tampaknya ini berhubungan dengan faktor psikologis.

Namun bukan itu yang hendak aku ceritakan, aku ingin berkisah perihal betapa besarnya pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya. Dan sebagai anak, jika kembali ku memandang ke masa lalu maka keluar air mata ku. Aku bukanlah merupakan anak yang baik, telah banyak kesedihan yang ku sebabkan, telah banyak air mata yang keluar dikarenakan tingkah ku. Sungguh aku merupakan anak yang tidak baik, kedua orang tua ku sudah penat memikirkan diri ku.

Aku tinggal untuk bekerja menjadi pegawai di salah satu kota di Sumatera Barat. Disini aku hidup sendiri, arti kata, makan, mencuci, tidur, dan lain sebagainya ku lakukan sendiri. Pada hari-hari biasa sama sekali tidak terasa beratnya, namun di kala bulan puasa ini baru terasa betapa berat hari-hari yang harus ku jalani. Yang terberat ialah ketika sahur, sungguh merupakan hari yang teramat berat yang harus ku lalui.

Ketika selesai makan, maka aku akan langsung membersihkan peralatan makan, kemudian setelah itu bersiap-siap hendak ke surau. Begitu pula ketika sahur, maka aku harus bangun lebih cepat, menyiapkan makanan untuk diri ku sendiri. Untung sudah ada magicom, kalau tidak maka akan bertambah sengsaralah aku. Dengan periuk ajaib ini, aku tinggal memasukkan beras sebelum tidur dan akan siap untuk dimakan ketika sahur. Continue reading “Ummi, Ibu, Bunda, Amak, Amai..”

Berbuka Bersama

Buka Bersama di Kota suci Ilustrasi Gambar: Internet

Buka Bersama di Kota suci
Ilustrasi Gambar: Internet

Sudah menjadi kelaziman pada masa sekarang setiap kali puasa maka orang-orang akan mengadakan acara berbuka bersama. Suatu acara yang “wajib hukumnya” sebab diadakan oleh segala orang. Buka bersama antara kawan-kawan sepergaulan, kawan-kawan satu kelas di sekolah ataupun satu sekolah sekalipun. Buka bersama kawan-kawan sesama kuliah, atau kawan-kawan sesama perkumpulan (organisasi). Buka bersama sesama kawan-kawan di kantor, dan lagi masih banyak lainnya.

Memanglah dalam Islam buka bersama itu dianjurkan, namun lebih utama lagi yang diadakan ialah “sahur bersama”. Sebab yang terakhir ini sangatlah banyak artinya, meringankan beban. Memanglah tujuan diadakannya buka bersama ini ialah guna meringankan beban orang yang berpuasa.

Buka bersama di India atau Pakisatan Ilustrasi Gambar: Internet

Buka bersama di India atau Pakisatan
Ilustrasi Gambar: Internet

Baiknya, seorang yang berkecukupan menyedekahkan harta miliknya untuk mengadakan buka bersama. Menjamu sekalian orang berpuasa, bisa saja di rumahnya ataupun di surau ataupun masjid. Begitulah setahu kami. Di kampung kami, satu keluarga menjamu kerabat dekat untuk berbuka bersama dengan diiringi Shalat Magrib berjama’ah tentunya. Acara berakhir ketika hendak menunaikan shalat Isya dan Tarawih. Adakalanya si tuan rumah langsung mengadakan Shalat Isya dan Tarawih berjama’ah. Apakah itu di rumahnya atau di surau kalau diadakan di surau.

Namun berlainan adat orang zaman sekarang. Acara buka bersama merupakan acara senang-senang, sangat jarang diadakan Shalat Magrib berjama’ah. Melainkan sendiri-sendiri, atau bahkan ada yang tidak mengerjakan Shalat Magrib. Wajar kalau ia non-muslim, dia datang karena hubungan perkawanan, namun yang tidak shalat ialah orang Islam sendiri. Yang labih gawat ialah bahkan ada orang Islam yang tak berpuasa juga ikut berbuka bersama. Sungguh aneh.. Continue reading “Berbuka Bersama”

Percayailah Saudara Mu..

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Kalau aku ingin menjadi Kau-Tahu-Siapa-Dia, aku pasti menginginkan mu merasa terasing dari yang lain. Karena jika kau hanya sendiri, kau bukanlah ancaman. (Luna Lovegood, Harry Potter Part.5)

Engku dan encik pernah menonton filem Haryy Potter ke-5. Terlepas dari ajaran sihir yang syirik, ocultisme, dan masoniknya. Terdapat beberapa pesan membangun dalam filem ini, sebut saja petikan dialog antara Harry dengan Luna di awal tulisan kami ini. Sebuah pengajaran yang sesuai pula dengan pengajaran orang tua-tua kita di Negeri Melayu ini, yaitu Bersatu Kita Teguh-Bercerai Kita Rubuh.

Kami kira, tak perlulah rasanya kami terangkan pula kepada engku dan encik sekalian maksud dari falsafah adat kita dan pesan dari dialog dalam filem Harry Potter tersebut. Sama agaknya maknanya..

Namun dialog dalam filem tersebut mengingatkan kami akan falsafah adat kita. Adapun penyebab kami terkenang akan dialog dalam filem tersebut tatkala melihat, membaca, dan menyaksikan kita umat Islam terpecah-pecah. Bertikai karena berlainan pendirian faham dalam bergama, bertikai karena merasa faham dan ajarannyalah yang paling benar. Continue reading “Percayailah Saudara Mu..”