Bangun dan Sadarlah

Disalin dari fesbuk seorang kawan:

Picture: Here

Picture: Here

PENYEMANGAT ANAK BANGSA & BACAAN PARA TURUNAN PKI & PO AN TUI BONEKA KOMPENI PERASAAN BANGSA INDONESIA

Jangan katakan kau anak Penjuang bila takut sama ancaman para anak PKI dan Jongos Kompeni
Jangan akui engkau Patriot bila gentar peluru oknum sesat
Jangan teriakkan kau Anak Indonesia bila kecut hadapi tantangan dari makhluk sejenis Ahok Pengecut
atau mau dihabisi dan buldozer Oknum Jendral sesat….
Jangan suarakan Agama, darah, suku, ras, etnis bila takut bicara kebenaran
Rajanya Setan saja mundur bila kau tak gentar hadapinya karena kita punya modal iman terukur dariNya… Continue reading “Bangun dan Sadarlah”

Advertisements

Egoisme..

world-photography_13

Ilustrasi Gambar: Internet

“Saya takut berubah engku, kehidupan masa sekarang telah membuat pribadi masing-masing orang di negeri kita menjadi kasar. Termasuk orang-orang disekitar saya, mereka telah menjadi prinadi-pribadi tak berhati. Keras watak mereka dan kasar perilaku mereka, telah pekak telinga dan hati mereka. Percuma diberi oleh Allah telinga dan hati sebab keduanya tiada dipergunakan oleh mereka. Tak pernah memandang dan mengukur diri, yang tampak ialah kesalahan orang saja. Jika terjadi suatu kejanggalan ataupun kesilapan maka itu ialah kesalahan orang lain, namun pabila yang muncul ialah suatu kesukaan maka itu ialah kerja dirinya. Begitulah keadaannya engku..” terang salah seorang kawan kami pada suatu ketika.

Kami masih terkenang dengan percakapan tersebut. Hari itu ialah hari Rabu petang, kawan kami sedang kepayahan sebab semenjak pagi dia telah ditempa dengan berbagai kemalangan. Tak ada seorangpun yang bertanya dan dapat dijadikan beriya-berkata. Semuanya dilaluinya sendiri. Padahal beberapa orang kawan-kawannya di kantor selalu berkata perkara “kebersamaan”. Mengerjakan segalanya bersama-sama dan saling tolong menolong. Namun dalam perkara yang dihadapinya, tak ada seorangpun yang hendak menolong dirinya. Mereka hanya hendak senang saja, tak hendak mau tahu perihal keadaan dirinya.

Sedih hati kami memandang dirinya, tak ada satupun yang dapat kami perbuat untuk meringankan bebannya. Ketika itu kami tinggalkan dirinya dengan segala masalah yang ada padanya. bukan tak hendak menolong namun karena memang tak ada yang dapat kami lakukan untuk menolong. Benar-benar di luar kuasa kami. Continue reading “Egoisme..”

cobaan hidup..

Ilustrasi gambar: internet

Ilustrasi gambar: internet

Semenjak magrib semalam, hujan tiada henti di kampung ku. Entah kenapa sehari ini begitu dipenuhi mendung dan angin kencang, disertai dengan hujan rinai-rinai. Hal ini ikutpula mempengaruhi hati ku. Rusuh tiada tentu, menemani badan yang telah letih.

Malam hari semakin bertingkah, angin kian kencang. Dinginnya malam membuat ngilu tulang-tulang yang telah penat ini. Ah.. betapa bersyukurnya aku punya rumah, bagaimanakah kiranya bagi orang-orang yang tiada berumah di luar sana pada saat sekarang? Semoga Allah Ta’ala memberikan rahmat dan perlindungan kepada mereka, Amin..

Tampaknya suasana hari semenjak pagi merupakan pengantar bagi duka yang akhirnya datang menyelimuti. Kabar yang baru saja didapat pada saat selepas jum’at, sampai juga akhirnya kepada ku pada senja menjelang Isya. Sungguh pahit benar, betapa rahasia hidup sungguh bertingkah. Jenaka sesungguhnya, namun pabila telah berlaku, sakitnya sungguh tak terperi, bertalu-talu datangnya sebagaimana  palu godam yang menghantam tiada jeda.

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Semakin malam, angin semakin berkecamuk, hujan masihlah tetap rinai. Namun kencangnya anging sungguh menakutkan. Serupa kiranya dengan keadaan dalam bathin ini, berkecamuk diterpa badai, kemana hendak berpegang, kemana hendak mencari perlindungan, kemana hendak berlabuh? Tak ada dermaga yang tamp

ak, jangankan dermaga, daratanpun tidak. Continue reading “cobaan hidup..”

Kembali..

black-33393_640Ingin rasanya kembali ke masa silam, kembali menjadi kanak-kanak. Berlari tanpa beban, meloncat-loncat kegirangan, tersenyum dan tertawa beriringan, melakukan segala macam bentuk kenalakan, dimarahi pabila melakukan kesalahan, kemudian merajuk tanda pengampunan.

Kenapa? Kenapa tuan? Kenapa kami sampai berfikir demikian?

Sudah hampir gilakah, karena tak sanggup menanggung kepahitan hidup?

Setiap orang pasti pernah menghadapi masalah dalam hidupnya, beragam cara mereka dalam menghadapinya. Ada yang tabah, bersabar, sampai yang lepas kendali diri. Tentu saja peranan orang-orang terdekat sangat berpengaruh bagi mereka yang sedang menghadapi masalah pelik ini. namun bagaimana jika tidak? Bagaimana jika segala permasalahan yang datang ditanggung sendiri?

Kata orang sendiri itu tidak enak, seperti pepatah orang Minangkabau duduak surang basampik-samping, duduak masamo balapang-lapang (duduk sendiri bersempit-sempit, duduk bersama berlapang-lapang). Orang yang suka memendam segala masalah yang dihadapinya tanpa ada tempat untuk bercerita, berpotensi mengalami gangguan jiwa. Kata orang nan cerdik demikianlah tuan, ahli jiwa kata orang. Continue reading “Kembali..”

My Home Sweet Home

Anak Rantau

“Rumah ku Syurga ku” begitulah kata orang Indonesia, “My Home Sweet Home” kata orang Barat, dan “Kampuang nan Jauah di Mato” kata kami orang Minangkabau (atau ada juga pepatah: huja emas di negeri orang, hujan batu di kampung halaman). Memanglah seindah dan sebagus apapun tempat baru kita dapati untuk tempat tinggal, namun rumah dan kampung halaman takkan pernah tergantikan dalam lubuk terdalam hati kita.

Rasa tenang dan tentram, aman dan nyaman, terasa merasuki hati. Tak ada yang perlu dicemaskan, tak ada yang perlu ditakui, kita telah di rumah, tempat teraman di dunia. Tentu tidak semua sependapat sebab ada juga bagi beberapa orang rumah bagaikan neraka bagi mereka.

Dekat dengan orang yang dicintai, dengan keluarga. Telah memberikan kekuatan tersendiri bagi kita. Setidaknya resah yang terasa di hati sebelumnya dapat terobati. Syukurilah apa yang ada, karena kita masih memiliki keluarga, cintailah mereka, sayangilah mereka. Sebab banyak orang yang tidak seberuntung kita di dunia ini. Continue reading “My Home Sweet Home”

Berlapang Hati..

 Benci & Dendam

 

Orang yang paling bahagia hidupnya ialah orang yang memiliki banyak kawan, begitulah kata orang bijak. Artinya ialah orang yang paling sedikit musuhnya karena dalam hidup dia selalu sabar dan berlapang hati dalam menghadapi setiap persoalan. Mengalah adalah sifatnya, karena orang semacam ini sama sekali tidak suka pertikaian (konfrontasi). Oleh karena itu banyak orang-orang suka kepadanya.

Namun tuan, adalah suatu keanehan kami temui dalam satu petuah lainnya yakni, Sebanyak orang yang suka kepada mu, maka sebanyak itupula yang membenci mu. Kalau begitu petuah yang pertama tentunya ialah perkara yang mustahil?

Memanglah dalam menjalani kehidupan kita selalu menghadapi kesusahan dalam berhadapan dengan orang lain. Sayyidina Ali pernah berkata, memenuhi keinginan setiap orang merupakan perkara yang mustahil bagi mu. Memanglah benar demikian, sebab sebaik-baik apapun kita tetap ada saja orang-orang yang tidak senang. Tampaknya setiap manusia telah ditakdirkan untuk memiliki musuh, bukankah nabi kita Muhammad SAW selalu memiliki musuh dalam hidupnya hingga akhir hayat. Bahkan selepas kematiannya hingga kini selalu terdapat orang-orang yang membencinya pada setiap zaman. Continue reading “Berlapang Hati..”