Si Sulung nan Misterius

Mengapa Anak Pertama Jokowi Tak Pernah Diajak Kampanye
Rabu, 11 Juni 2014 , 08:03:00 WIB

Pihak Istana Mulai Bongkar Dugaan Korupsi Luhut-Jokowi, Putra Tertua Jokowi Terlibat
ANDI ARIEF

RMOL. Dalam setiap kampanye, selain didampingi sang istri, Iriana, Jokowi juga selalu membawa dua anaknya; Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangerap. Jokowi sendiri mempunyai tiga anak, dan selain dua anak yang selalu dibawa kampanye itu ada Gibran Rakabumi. Rakabumi adalah anak pertama Jokowi.

Gibran

Selama ini Rakabumi jarang tampil ke media, dan tidak pernah diajak berkampanye. Menurut Andi Arief, Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI, Rakabumi memang disimpan dengan baik. Jokowi dan Iriana membranding Rakabumi hanyalah sebagai pengusaha catering. Continue reading “Si Sulung nan Misterius”

Advertisements

Bisinis Si Sulung

Gibran Rangkabuming

Gibran Rangkabuming

Pihak Istana Mulai Bongkar Dugaan Korupsi Luhut – Jokowi
Putra Tertua Jokowi Diduga Terlibat Pencucian Uang
Kamis, 12 June 2014 17:59:49

ASATUNEWS – Anak sulung Joko Widodo atau Jokowi calon presiden Indonesia, Gibran Rakabuming diduga telah melakukan kesapekatan bisnis secara melanggar hukum dengan Luhut Panjaitan dan sejumlah mantan jenderal. Rakabuming diketahui menjadi Komisaris bersama Jenderal (Purn) Agus Widjoyo.  Continue reading “Bisinis Si Sulung”

Perihal Vaksin Palsu

Picture: Here

SANGAT PERLU SAHABAT CERMATI DAN PERHATIKAN

BPOM: Vaksin palsu sudah diuji laboratorium dan ternyata mengandung:

1. Vaksin Hepatitis B yg dilabeli Vaksin Pediacel (DTaP, HiB, IPV) atau Tripacel (DTaP).
2. Cairan NaCl.
3. Vaksin DTwP yang diencerkan.

Jadi apa “BAHAYA” vaksin palsu? Dr. Aman Pulungan Ketua PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan:

1. Vaksin Hepatitis B jika disuntikkan ke dalam otot akan menimbulkan kekebalan terhadap penyakit Hepatitis B.

2. Cairan NaCl fisiologis jika disuntikkan ke dalam otot TIDAK MENYEBABKAN reaksi apa-apa kecuali jika tidak steril maka bisa menyebabkan bisul atau abses yg akan timbul dalam waktu seminggu setelah penyuntikan. Jadi kalo ngga timbul bisul atau abses sampai saat ini berarti tidak ada efek apa-apa.

3. Vaksin yg diencerkan jika disuntikkan tidak menimbulkan kekebalan.

4. BAHAYA UTAMA vaksin palsu adalah karena tidak ada perlindungan terhadap anak yg disuntik vaksin palsu itu. Jadi perlu dilakukan vaksinasi ulang.

Tanggapan orang tua korban:
Kalau memang tidak bahaya ya sudah ngga perlu diributkan..
Lhaa.. jadi yang bikin ribut selama ini siapa??
LSM provokator yaa..

Dari: Dr. Piprim Basarah Yanuarso (Sekretaris Umum PP IDAI)

***
Tanggapan saya:
Kalau memang TIDAK BERBAHAYA kenapa sampai harus diributkan? Sampai-sampai Presiden Joko Widodo menaruh perhatian yg sangat besar dan turun langsung (sila baca beberapa media yg memberitakan hal ini. Saya sendiri membaca di sebuah surat kabar ‘mainstream’ di atas pesawat terbang hari kemarin)?

Ada agenda besar apa yg sedang ditutupi sehingga pemberitaan vaksin palsu ini begitu meresahkan masyarakat?

Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnattiba’ah. Wa arinal bathila bathilan warzuqnaj tinabah…

Sumber: Silahkan klik disini

Continue reading “Perihal Vaksin Palsu”

Novel Khadijah

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Awalnya kami merasa heran dengan sebuah buku yang berjudul “Khadijah; Ketika Rahasia Mim Terungkap”. Ditulis oleh Sibil Erslan seorang penulis asal Negeri Turki, semula kami sangka beliau ini berasal dari Iran karena namanya yang aneh. Dengan penasaran kami baca sebuah novel sejarah yang mengisahkan perjalan hidup dari Siti Khadijah, isteri pertama dari nabi kita Muhammad SAW.

Memanglah kami telah lama memendam pertanyaan perihal kehidupan Siti Khadijah, kami hanya mengetahui kehidupan beliau semasa menjadi isteri nabi kita. Pernah dahulu semasa masih bersekolah kami bertanya pada seorang kawan “Siti Khadijah ini jandakan? Siapakah nama suami beliau sebelum nabi Muhammad dan siapa pula nama anak-anak beliau dari suaminya tersebut?”

Kawan kami tiada dapat menjawab, gelengan kepala dan raut muka tak tahu ialah jawaban yang pasti ketika itu. Bertahun-tahun pertanyaan tersebut tak terjawab sampai kamipun melupakan pertanyaan tersebut. Sampai akhirnya kami temukan novel ini “Semoga dalam novel ini segala tanya yang tiada pernah bersua jawapannya dapat terpenuhi..” ujar kami dalam hati.

Dan memanglah demikian, Alhamdulillah, kami menemukan jawapan dari pertanyaan kami tersebut. Rupanya Nabi Muhammad merupakan suami ketika dari Siti Khadijah, suami pertama beliau bernama Abu Hala bin Zurara yang merupakan seorang bangsawan Mekah yang terkenal berakhlak mulia. Siti Khadijah menikah ketika masih berumur belasan tahun, sesuai dengan keadaan ketika itu. Dari perkawinan ini mereka dikarunia dua orang anak lelaki yang bernama Hala dan Hindun. Namun sayang pernikahan ini tidak berumur lama karena Abu Hala dipanggil oleh Yang Kuasa.

Suami kedua Siti Khadijah ialah seorang bangsawan Mekah lainnya yang bernama Atik bin Aziz dari pernikahan yang hanya berumur kurang lebih dua tahun ini, Siti Khadijah dikarunia seorang puteri yang bernama Hindun sama dengan nama abangnya yang nomor dua. Namun pernikahan ini ialah ujian bagi Siti Khadijah karena suami yang diharapkan akan menjadi pemimpin dan pelindung dirinya dan kedua anaknya justeru menjadi sumber kenestapaan. Aziz bin Atik merupakan jenis lelaki Mekah Metropolitan, menyukai gaya hidup mewah, mabuk-mabukan sudah menjadi bagian dalam hari-harinya. Continue reading “Novel Khadijah”

Masyarakat Metropolis & Kehancuran Peradaban

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Beberapa masa yang lalu terdengar oleh kami kabar perihal kelakuan sekelompok pelajar di Ibu Kota Republik ini. Apa yang mereka lakukan? Yakni membuat vidio porno di dalam kelas mereka. Kabar yang berhembus mengatakan kalau mereka melakukan kelakukan laknat tersebut selepas pulang sekolah. Mereka menanti kelas sampai lengang dan memulai perbuatan terkutuk mereka tersebut.

Bagaimana gerangan pendapat engku dan encik sekalian?

Ada yang menyalahkan orang tua mereka, ada pula yang menyalahkan fihak sekolah?

Namun keadaan yang berlaku tidaklah sesederhana yang kita fikirkan tersebut. Karena sesungguhnya kalau kita hendak merenungkan kejadian laknat ini maka sesungguhnya akan bermuara kepada satu sumber jua.

Orang bijak pernah berkata bahwa sesungguhnya pernikahan itu bukanlah sekedar menghasilkan anak keturunan dan kemudian membesarkannya. Melainkan yang utama ialah kesiapan dari pasangan yang hendak menikah untuk menjadi orang tua yang bijak dalam membesarkan dan mendidik anak mereka.

Namun keadaan yang berlaku sungguh berlainan pada masa sekarang. Bagi kebanyakan orang-orang, mereka telah menentukan batasan usia untuk menikah, apabila batasan tersebut telah sampai maka mereka akan bersegera menikah atau menikahkan anak-anak mereka. Apabila tidak mereka menganggapnya sebagai suatu aib, malu besar.

Membuat anak itu mudah, namun membesarkannya itulah yang sulit. Kata-kata tersebut pada masa sekarang hanya menjadi penghias di bibir saja. Tak meresap sampai ke dalam lubuk sanubari. Tahukah engku dan encik sekalian makna hakikatnya?

Orang tua hendaknya menyiapkan anak-anaknya dengan benar dalam menghadapi keras dan kejamnya kehidupan pada masa sekarang. Godaan duniawi begitu melenakan dan memabukkan, materi menjadi sandaran utama. Bagi orang tua yang tak pandai dan tak tahu, cukuplah bagi mereka untuk memenuhi segala kebutuhan lahir dari anak-anak mereka. Akibatnya, anak-anak seperti inilah kelak yang akan menjadi orang tua dari anak-anak mereka.

Apa hasil? Orang tua yang tak mendapat pendidikan dengan baik dari kedua orang tua mereka inilah yang kelak menjadi orang tua dari anak-anak mereka. Akibatnya, menjadi semakin tidak becus dan tidak baiklah generasi berikutnya. Selamat, dua generasi dari republik ini telah berhasil dihancurkan..

Lingkunganpun memainkan peranan yang sangat penting. Orang-orang yang berasal dari latar belakang yang berlainan, dengan menganut nilai-nilai moral dan sosial yang berlainan pula. Orang-orang seperti inilah yang menjadi masyarakat perkotaan. Akibatnya, tidak ada lagi standar nilai, bahkan hukum positif negarapun tak takut untuk mereka langgar.

Kumpulan orang-orang dari generasi yang telah hancur inilah kemudian yang membentuk beberapa komunitas di perkotaan. Bagi mereka lazim dan sah-sah saja perilaku menyimpang yang bertentangan dengan aturan moral dan sosial masyarakat terdahulu. Hal ini karena pendidikan yang tak semestinya tak mereka dapatkan dari orang tua mereka dahulunya. Continue reading “Masyarakat Metropolis & Kehancuran Peradaban”

Tabah..

Sertifikat PelatihanGambar: Milik Sendiri

Sertifikat Pelatihan
Gambar: Milik Sendiri

Sudah beberapa pekan badan ini terasa penat-penat. Sudah lama berkeinginan untuk pergi ke tukang urut, siapa tahu ada yang salah dengan badan ini. Namun setiap hendak pergi, selalu datang rasa malas,lagi pula memang ada yang hendak dikerjakan. Namun pada hari Ahad pekan ini, tampaknya kami harus pergi jua, sebab badan ini sudah sangat letih sekali rasanya.

Awalnya kami hendak pergi ke tukang urut yang ada di kampung kami saja. Namun karena hari sudah beranjak siang jua maka kami khawatir kalau orang sudah ramai dan harus mengantri pula. Kami tanyakan kepada ibunda kami, beliau mengamini “Jika hari sudah tinggi,[1] maka kemungkinan orang telah banyak di sana..” jawab ibunda kami.

Lalu beliau mengusulkan agar kami pergi saja berurut ke Pulai sebuah kampung di nagari jiran kami Magek. Terletak di perbatasan antara nagari kami dengan nagari Magek, tepatnya agak ke sebelah barat. Kata ibu yang pernah ke sana bersama adik kami “Tukang urutnya tunanetra bagus juga urutnya, cobalah ang pergilah ke sana..”

Lalu kami tanya “Perempuankah atau lelaki tukang urutnya bu..?”

“Kalau laki-laki yang datang maka akan diurut oleh suaminya, sedangkan apabila perempuan yang datang maka akan diurut oleh isterinya. Mereka itu laki-bini..” jawab ibu kami.

Rupanya mereka pasangan tunanetra, kami sedikit lebih senang karena aku sama sekali kurang nyaman jika harus diurut oleh tukang urut perempuan. Walaupun perempuannya sudah berumur tua, tetap saja kami merasa kurang tenang.

Kami pergi ke sana dengan diantar oleh adik kami, sebab kami belum tahu yang mana rumahnya. Adik kami Cuma mengantar saja, selepas itu kami ditinggal di sana. Terkejut juga kami dibuatnya, walau sebelumnya telah tahu bahwa mereka pasangan suami-isteri. Mereka tinggal di sebuah bangunan yang menempel ke sebuah bangunan utama. Bangunan utama berfungsi sebagai lapau minum, lapau ini dimiliki oleh orang lain. Tampaknya mereka menyewa tempat di sini, karena lapau minum lebih luas dari ruangan yang mereka tempati. Continue reading “Tabah..”