Sikap Pengecut Media Sekular

Disalin (Dicopas) dari: zulkarnain.wordpress.com

Arrahmah.com vs Arrahmah.co.id terhadap Zakir Naik

pandi - data arrahmah.co.id
pandi – data arrahmah.co.id

Kenapa harus ada arrahmah.co.id padahal arrahmah.com sudah ada dari dulu dan terlebih sudah terkenal?

Ada banyak kemungkinan siapa pemiliknya, bisa memang Pengurus Besar Nahdathul Ulama (PBNU), bisa juga Syiah, bisa juga para Pembenci ISLAM, bisa juga pembenci arrahmah.com, hanya situs Pandi.Or.ID yang bisa membeberkannya dan menghapusnya..

Mendapatkan domain .co.id memang tidak bisa pakai Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja seperti domain dot com, harus dengan surat sepeti akte perusahaan dan lain-lain. Jika memang PBNU pemiliknya, Masyaallah.. kenapa menyuarakan yang menurutnya benar menggunakan arrahmah.co.id?

Continue reading “Sikap Pengecut Media Sekular”

Advertisements

Akibat dipimpin Kafir

Picture: Here

Di Kampung Ini Awalnya Terdapat Ratusan Keluarga Muslim, Kini Tinggal 32 Keluarga Muslim

Akidah umat Islam Kota Solo terancam. Kristenisasi dengan berbagai modus dilancarkan agar pemeluk Islam murtad. Kondisi tersebut setidaknya terjadi di Kampung Sewu, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah.

Haryanto, takmir Masjid Al Fath Kampung Sewu RW 9, Kelurahan Sewu Kecamatan Jebres, Kota Solo mengungkapkan dari 250 keluarga warga jumlah umat muslim tinggal 32 keluarga. Continue reading “Akibat dipimpin Kafir”

Parade Salib di Minangkabau

Rumah Gadang nan telah hampir rubuh karena ditinggalkan. Serupa dengan Agama & Adat di negeri ini. Gambar: Internet*

Rumah Gadang nan telah hampir rubuh karena ditinggalkan. Serupa dengan Agama & Adat di negeri ini.
Gambar: Internet*

Zaman benar-benar telah berubah, segala nan janggal, sumbang, terpantang, ataupun haram menjadi semakin biasa pada masa sekarang. Atas nama toleransi dan perbedaan maka segala perbuatan nan terpantang itu menjadi perkara nan lazim dikalangan orang sekarang. Apabila ada nan menyanggah maka akan ramai-ramai ia diserang oleh orang “Dasar berfikiran dangkal!” atau ”Tak menghargai perbedaan!” atau “Orang picik, cis..!” atau “Ada cirit di otak engkau itu agaknya!” dan lain sebagainya.

Komentar nan demikianlah nan tampak pada salah situs berita online nan membahas perihal Parade Salib di Bandar Padang. Sungguh tersirap darah kami mendengar perkara demikian berlaku di bandar tersebut, padahal nan menjadi Ketua Bandar konon kabarnya orang nan bagus agamanya. Continue reading “Parade Salib di Minangkabau”

Karena Dipimpin Munafiqun

Ilustrasi Gambar: Internet

Ilustrasi Gambar: Internet

Bulan Desember ini merupakan bulan penuh dengan hati untuk dimakan maka jadilah “makan hati”. Betapa tidak, sudah beberapa tahun ini kami dapati pada beberapa kantor swasta, kedai, atau tempat semacamnya di negeri kami yang sebagian besar muslim ini dihiasi oleh berbagai hiasan Natal. Padahal yang datang dan pergi  ialah sebagian besar orang Islam, entah apa maksudnya.

Kami tersenyum saja dibuatnya tatkala salah satu propinsi yang terkenal dengan dunia pelancongannya yang kebanyakan dari rakyatnya ialah penyembah berhala melarang umat Islam memakai jilbab di kantor-kantor di provinsi mereka, melarang menyembelih sapi ketika hari raya Idul Adha, Melarang cuti hari raya ketika Idul Fitri, serta melarang adanya Bank Syari’ah. Alasan mereka iala kerukunan, sungguh lawakan yang tiada lucu.

Kalau demikian kami yang di Minangkabau inipun dapat berbuat serupa,  melarang pegawai-pegawai dari kantor, kedai, dan tempat-tempat kepunyaan Kapitalis Kafir tersebut memakai pakaian Santa Klaus, Hiasan Natal, Selamat Natal, dan lain sebagainya? Continue reading “Karena Dipimpin Munafiqun”

Niat Sedari Awal..

Gambar: Internet

Gambar: Internet

Seorang kawan pernah bertanya “Kenapa dimasa awal-awal kemerdekaan banyak sekali terjadi pemberontakan di republik yang baru berdiri ini..?”

Pertanyaan yang sama juga pernah diajukan oleh beberapa orang sebelumnya. Suatu pertanyaan yang penuh akan keheranan dan kesedihan. Pertanyaan serupa agaknya juga terbesit di benak setiap orang. Perseteruan yang berlaku selepas perjuangan merebut kemerdekaan ialah salah satu contoh saja di masa silam. Pada masa sekarang perpecahan atau perseturuan yang serupa juga dapat kita lihat selepas pemilihan ketua suatu organisasi misalnya atau pemilihan pemimpin di daerah (kepala daerah) maupun di pusat.

Sudah menjadi Sunnahtullah (hukum alam) agaknya bahwa perpecahan akan selalu timbul diantara manusia. Semakin tinggi kehidupan manusia maka semakin keras dan kejamlah perpecahan yang timbul. Hanya kepada Allahlah sebaik-baik tempat berlindung dan mencari pertolongan.

Perpecahan itu timbul karena perbedaan tujuan, berlainan niat, dan perjuangan yang dilakukan tidak berlandaskan atas keredhaan Allah Ta’ala. Ada yang bermaksud hati hendak berkuasa, hendak terkenal, hendak mencari uang, hendak menanamkan pengaruh, dan beragam kehendak yang tidak didasarkan kepada Lillahi Ta’ala. Hal tersebutlah yang menimbulkan perpecahan apabila perjuangan tersebut telah mencapai pangkalnya. Bahkan tak jarang sebelum mencapai tujuan yang dimaksud, barisan perjuangan telah mulai renggang bahkan tak jarang bercerai. Hanya kepada Allahlah sebaik-baik tempat mencari perlindungan. Continue reading “Niat Sedari Awal..”

Perang Mental; Fitnahan Munafiqun

Telah genap sepekan semenjak Si Oji mendatangi masjid kita di Bandar Niaga yang dikawani oleh para anak buahnya. Sungguh ramai sangat, selain anak buah di balai juga dibawa anak buahnya dari Satuan Pengamanan Bandar. Gelak-gelak orang melihatnya karena untuk menghadapi anak mahasiswa saja Si Oji ini mesti membawa pengawalan sebanyak itu untuk dirinya. Takut dia rupanya..

“O.. pantaslah begak dia, gedang suaranya, tak hendak mendengar kata orang lain dia. Yang di dia saja yang laku. Apa pantas seorang yang digelari pemimpin bersikap serupa itu. Tak diajarikah ia oleh mamaknya..?” kata salah seorang engku.

Pokok dari yang disampaikan Si Oji dalam pembicaraan dengan mahasiswa ialah bahwa ia tak hendak surut dari pendiriannya, tak ada kata mundur, yang LUPPO GRUP dengan SALAMAKnya akan tetap didatangkan. Sebab menurut pandangannya hal tersebut memberi manfaat kepada bandar tersebut.

Telah disanggah oleh orang, telah diberi pula oleh orang data-data yang selama ini dipertanyakan dan menjadi bahan tertawaan Si Oji dan para Pendukung Salamak ini. Namun tiada mempan, hatinya telah ditutupi oleh Allah Ta’ala agaknya, Innalillahi..

Semenjak itu, perang propaganda semakin gencar di ranah maya, mulai dari fitnahan terhadap salah satu penentang yakni dengan cara mengubah isi status fesbuk dari si penentang yakni Status Keras Menentang Luppo menjadi menyerah dan menerima LUPPO. Hingga yang terakhir ialah yang paling mengejutkan yakni pernyataan salah seorang yang mengaku sesosok Intelektual, telah bergelar profesor pula memberikan suatu pernyataan yang sangat membuat panas kepala.

“Umat Islam di Sumatera Barat ini hendaknya berprasangka baik (berfikir positif) terhadap penanaman modal (investasi) oleh Luppo Grup itu, jangan hanya fikiran buruk (negatif) saja yang dikedepankan..” pernyataan tersebut mendapat sambutan tepuk tangan dari yang hadir di hotel tersebut.

Betapa tidak kan panas, susunan huruf dan rangkaian kata yang terjalin sangatlah serupa dan khas, Khas Kaum Munafiqun (SEPILIS) yang mulut berbisa mereka selalu bercakap perihal Toleransi, Pluralisme, dan Kebebasan.

Perang masihlah terus berlanjut, Perang Mental dan Konspirasi. Gaya serupa ini ialah khas Zionis, melalui media mereka mencuci otak Masyarakat (Umat Islam). Itulah yang terjadi sekarang, media yang tak berdiri di tengah-tengah (netral), kepentingan para pemilik uang, ditambah dengan tingkah pola para pemimpin yang jauh dari tuntunan Agama dan Adat.

Berbagai dukungan terhadap proyek Luppo ini terus berdatangan terutama dari para pejabat. Setelah salah seorang anak buah Si Oji bercakap merendahkan ulama dan para penentang Salamak. Dikatakannya Majelis Ulama tak Punya Kerjaan, tak malu dia mengakui berbagai tempat maksiat yang ada di bandar tersebut, dan yang lebih tak tahu malunya dilemparkannya tanggung jawab kepada para Ulama. Cobalah engku-engku bayangkan betapa tak berotaknya pejabat ini. Cobalah engku dan encik bayangkan kalau tak hanya seorang ini pejabat yang berfikiran serupa ini di negeri kita. Continue reading “Perang Mental; Fitnahan Munafiqun”